JawaPos.com - Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, PT MRT Jakarta kembali memberikan kelonggaran aturan bagi penumpang yang ingin berbuka puasa di tengah perjalanan.
Mulai hari pertama puasa (19/2), penumpang MRT diperbolehkan membatalkan puasa meski masih berada di dalam kereta (ratangga). Namun, ada aturan main yang wajib ditaati agar kenyamanan bersama tetap terjaga.
Aturan Buka Puasa: Maksimal 10 Menit di Dalam Kereta
Baca Juga: Ikut Kawal Sidang Etik AKBP Didik Putra Kuncoro, Kompolnas: Sangat Mungkin PTDH
PT MRT Jakarta memahami kebutuhan penumpang yang masih dalam perjalanan saat azan Magrib berkumandang. Oleh karena itu, kebijakan khusus diterapkan agar ibadah tetap lancar tanpa mengganggu ketertiban.
Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo menjelaskan, penumpang diperbolehkan untuk membatalkan puasa saat berada di dalam ratangga maupun area berbayar (seperti peron atau beranda peron/paid concourse) saat waktu berbuka telah tiba dan melanjutkan kegiatan membatalkan puasa di area beranda peron tidak berbayar (unpaid concourse).
Perlu dicatat, waktu yang diberikan sangat terbatas. Penumpang hanya memiliki waktu maksimum 10 menit setelah azan Magrib jika masih berada di dalam ratangga atau area berbayar.
Menu Takjil yang Diizinkan: Hanya Air Putih dan Kurma
Demi menjaga kebersihan fasilitas publik, tidak semua jenis makanan dan minuman boleh dikonsumsi di dalam area MRT. Rendy menegaskan jenis konsumsi yang diperbolehkan sangat spesifik.
"Pengguna jasa hanya diperbolehkan membatalkan puasa dengan air putih dan buah kurma serta maksimum 10 menit setelah setelah azan magrib (apabila masih di dalam ratangga atau area berbayar). Pengguna jasa tidak diperbolehkan untuk membatalkan puasa dengan minuman selain air putih (teh, kopi, sirup, soda, dll) dan kudapan selain buah kurma," tegas Rendy.
Jadi, pastikan Anda tidak membawa gorengan, nasi bungkus, atau minuman manis seperti es teh ke dalam area peron jika ingin membatalkan puasa di sana.
Ramadan tahun ini, MRT Jakarta mengusung tema #MelajuPenuhMakna. Kampanye ini bukan sekadar slogan, melainkan rangkaian program sosial dan edukasi bagi masyarakat Jakarta.
Beberapa agenda yang telah disiapkan antara lain:
- Pembagian takjil gratis di area stasiun.
-Program donasi publik dan penyaluran paket berkah Ramadan.
- Buka puasa bersama anak yatim-piatu dan penyandang disabilitas.
Rendy menambahkan bahwa melalui pesan "Perjalanan Lebih Bermakna Bersama MRT Jakarta", pihaknya ingin mengajak penumpang tetap nyaman dan tertib beribadah di tengah mobilitas perkotaan yang dinamis.
Bagi Anda yang ingin mengetahui detail promo interaktif atau aktivasi digital selama Ramadan, informasi lengkap tersedia di aplikasi MyMRTJ atau akun Instagram resmi @mrtjktinfo.