JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis lalu masih menyisakan sejumlah titik banjir. Hingga Sabtu dini hari (24/1), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan puluhan titik pemukiman dan belasan ruas jalan masih terendam air.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan menuturkan, hingga pukul 00.00 WIB tercatat sebanyak 85 RT dan 15 ruas jalan masih alami banjir.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 85 RT dan 15 ruas jalan tergenang," ujar Yohan, Sabtu (24/1).
Wilayah Terdampak: Jakarta Barat Paling Parah
Jakarta Barat menjadi wilayah dengan titik banjir terbanyak mencapai 52 RT. Kawasan Rawa Buaya dan Duri Kosambi mencatat ketinggian air hingga 120 cm akibat luapan Kali Angke.
Sementara itu, kondisi cukup memprihatinkan terjadi di Jakarta Selatan, tepatnya di Kelurahan Pejaten Timur. Ketinggian air di wilayah tersebut dilaporkan menembus angka 210 cm atau lebih dari 2 meter akibat luapan Kali Ciliwung.
Berikut ringkasan wilayah terdampak:
- Jakarta Barat: 52 RT (Ketinggian 15 - 120 cm)
- Jakarta Timur: 15 RT (Ketinggian 20 - 110 cm)
- Jakarta Selatan: 11 RT (Ketinggian 25 - 210 cm)
- Jakarta Utara: 7 RT (Ketinggian 40 - 75 cm)
15 Ruas Jalan Terhambat Genangan
Selain pemukiman, akses transportasi di beberapa titik utama juga terganggu. Sebanyak 15 ruas jalan dilaporkan tergenang, di antaranya Jalan Daan Mogot KM 13 (30 cm), Jalan Joglo (55 cm), dan Jalan Kebon Pala di Jakarta Timur dengan ketinggian mencapai 75 cm.
Ribuan Warga Mulai Mengungsi
Akibat air yang tak kunjung surut, ratusan kepala keluarga (KK) terpaksa meninggalkan rumah mereka. BPBD telah menyiapkan berbagai lokasi pengungsian mulai dari masjid, aula kelurahan, hingga RPTRA.
Beberapa titik pengungsian dengan jumlah warga terbanyak berada di Masjid Al Muqorrobin Cipinang Melayu (200 jiwa) dan Masjid Baitul Rahman Rawa Buaya (177 jiwa). Di Jakarta Pusat, warga Karet Tengsin juga telah memadati RPTRA Segas dan PAUD Nusantara.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat dengan mengerahkan personel gabungan dari Dinas SDA, Bina Marga, hingga Gulkarmat untuk melakukan penyedotan air.
"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik," tambah Yohan.
BPBD DKI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Jika berada dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan gratis 112 yang beroperasi 24 jam.