JawaPos.com - Material Recovery Facility (MRF) Bintaro Jaya di Kota Tangerang Selatan resmi beroperasi dan kini mampu mengolah sampah rumah tangga menjadi berbagai produk bernilai, mulai dari pakan maggot hingga Refuse Derived Fuel (RDF).
Fasilitas ini berdiri di atas lahan 1,4 hektare dan mengusung konsep zero waste yang berarti tanpa pembuangan ke TPA maupun sampah yang menginap di area pengolahan.
“Fasilitas ini dibangun untuk mendukung program pemerintah Indonesia Bebas Sampah dan selaras dengan visi kami menuju Bintaro Jaya Merdeka Sampah," ujar Wakil Direktur Utama PT Jaya Real Property, Sutopo Kristanto, setelah memberikan salam pembuka di Bintaro, Rabu (26/11) kemarin.
Sutopo menjelaskan bahwa MRF Bintaro Jaya diproyeksikan mampu menyelesaikan masalah penumpukan sampah di kawasan Bintaro dan sekitarnya. Fasilitas yang dikerjakan dengan dukungan pemerintah daerah itu mengedepankan pemanfaatan sampah domestik menjadi material baru melalui pemilahan organik dan anorganik, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan pihak ketiga.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses mengikuti standar zero waste tanpa bau.
“Kapasitas pengolahan mencapai 60 ton per hari, didukung peralatan produksi lokal seperti konveyor, mesin pilah organik, mesin cacah, mesin pres, dan mesin pirolisis, serta menyerap hingga 100 tenaga kerja lokal,” katanya.
Bagaimana Proses Pengolahan Sampah di MRF Bintaro Jaya?
1. Penimbangan Truk
– Truk diarahkan ke area timbang.
– Setelah berada di posisi, sopir turun dan dilakukan pencatatan berat kotor (kendaraan + muatan).
2. Pengurasan Lindi
– Truk masuk ke bangunan pemilah.
– Sopir dan kenek membuang lindi ke bak penampung.
– Setelah selesai, truk diarahkan ke drop zone untuk bongkar muatan.
– Truk kemudian ditimbang kembali untuk mencatat berat bersih.
– Bila tidak bertugas lagi, truk dicuci sebelum kembali ke garasi.
3. Drop Zone
– Sampah dibongkar sesuai jalur konveyor yang ditentukan.
– Petugas memisahkan barang yang tidak boleh naik ke konveyor pemilah.
– Sampah dalam kantong plastik disobek, plastik dikumpulkan terpisah.
– Sampah siap dialirkan ke konveyor pemilah.
4. Konveyor Pemilah
Petugas memilah bahan tertentu, meliputi:
– Botol plastik
– Kantong kresek
– Sterofoam
– Kardus
– Kertas & tisu
– Kaca dan logam
Petugas final check memastikan tidak ada kaca, logam, batok kelapa, atau kertas tersisa di jalur pemilahan.
5. Mesin Gibrik
Dalam tahap inilaj inti proses pengolahan:
- Memisahkan sampah organik dan anorganik.
- Sampah organik disiram cairan probiotik (air 150 L : molases 1 kg : probiotik 1 L).
- Hasil organik diproses menjadi pakan maggot.
- Sampah anorganik otomatis dialirkan ke jalur pencacahan menjadi RDF.
- Mesin dibersihkan hingga ke bagian dalam setelah operasi selesai.
Sutopo berharap MRF Bintaro Jaya bisa menjadi percontohan pengolahan sampah modern di wilayah Banten dan Tangerang Selatan.
“Kami berharap fasilitas ini dapat diimplementasikan di lokasi-lokasi lain. Terima kasih atas dukungan pemerintah provinsi dan kota hingga MRF ini dapat terwujud,” pungkasnya.