← Beranda
KDM Sebut Desa Rengasjajar Bogor Bisa Dapat Rp 43 Miliar Setahun dari Tambang Parung Panjang
Abdul Rahman• Sabtu, 18 Oktober 2025 | 21.50 WIB
Suasana Jalan Raya Mohammad Toha, Parung Panjang bebas tanpa truk tambang, Minggu (12/10/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Desa Rengasjajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor mendapatkan pemasukan puluhan miliar dari aktivitas tambang di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya.

Hal itu terungkap saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM akhirnya bertemu Rusli, Kepala Desa Rengasjajar, Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Juga Ahmad Sayani, pria yang sempat menjadi sorotan publik gara-gara konten video hanya bisa makan kelapa usai aktivitas pertambangan ditutup.

Saat berbincang dengan Dedi, Rusli buka-bukaan terkait pendapatan Desa Rengasjajar dari pertambangan.

Dari hasil pembicaraan tersebut, terungkap bahwa desa Rengasjajar bisa mendapatkan dana sampai puluhan miliar rupiah dari aktivitas pertambangan.

Rusli mengatakan pihak desa melakukan pungutan sebesar Rp 100 ribu untuk satu tronton yang lewat dari gunung. "Rp 100 ribu pungutan yang dilakukan pemerintahan desa di setiap gunung dari satu tronton," aku Rusli.

Ilmu matematika Dedi Mulyadi langsung jalan ketika mendengarkan angka diungkap Rusli. Dia kemudian bertanya ada berapa tronton yang setiap harinya dipungut. Rusli menjawab jumlahnya mencapai kurang lebih 500 tronton.

"500 tronton dikali Rp 100 ribu perhari berarti Rp 50 juta sehari. Sebulan berarti Rp 1,5 miliar," kata Dedi Mulyadi.

Tiap Perusahaan Tambang Setor Rp 5 Juta Per Bulan 

Pungutan juga dilakukan pemerintahan desa kepada perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayahnya setiap bulan. Setiap perusahaan memberikan dana kurang lebih Rp 5 juta.

Dedi Mulyadi lantas menanyakan apa dasar hukum pemerintahan desa melakukan pungutan kepada perusahaan tambang. Rusli menyebut, pungutan itu didasarkan kepada Perdes tentang iuran. 

Ilmu matematika Dedi Mulyadi kembali jalan mengkalkulasikan penghasilan desa Rengasjajar dari aktivitas pertambangan.

Pungutan dari transporter yang angkanya mencapai Rp 100 ribu perhari dengan estimasi sekitar 500 tronton, dalam satu tahun penghasilan desa mencapai sekitar Rp 18 miliar.

Sedangkan penghasilan dari pungutan perusahaan dan penghasilan lain yang didapatkan desa Rengasjajar diperkirakan Dedi Mulyadi mencapai Rp 25 miliar dan dibenarkan Rusli. Dengan demikian, dalam satu tahun penghasilan desa Rengasjajar berkisar Rp 43 miliar.

"Dari transporter saja setahun Rp 18 miliar. Kemudian dari yang lain-lain dapatlah Rp 25 miliar. Itu harusnya sudah bisa membangun infrastruktur yang baik," kata Dedi Mulyadi.

Diskakmat Dedi Mulyadi, Rusli mengaku sudah membangun sekitar 9 masjid sampai sekarang dengan menggunakan dana desa.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM resmi membekukan sementara perusahaan-perusahaan tambang di Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin.

Hal itu dilakukan setelah truk-truk tambang tak mengindahkan aturan, bahkan mengabaikan SE Gubernur Jawa Barat tertanggal 19 September 2025.

Banyak yang bertanya akan seperti apa nasib perusahaan pertambangan di tiga kecamatan setelah dibekukan sementara.

Apalagi, pertambangan di Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin, bisa dibilang menjadi jantung dari pembangunan di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

"Tim investigatif Pemda Provinsi Jawa Barat yang terdiri atas para pakar di bidang lingkungan, pakar di bidang pertambangan, pakar di bidang ketenagakerjaan yang melibatkan perguruan tinggi ITB dan IPB sudah berjalan melakukan audit," kata KDM dalam video diunggah di Instagram. 

KDM menegaskan nasib perusahaan-perusahan pertambangan baru akan diputuskan setelah keluar hasil penelitian ilmiah yang dilakukan pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan melibatkan peneliti dari ITB dan IPB. 

"Kami akan mengambil keputusan berdasarkan hasil investigatif yang dilakukan. Tentunya pendekatannya pendekatan ilmiah akademik, bukan pendekatan-pendekatan politik. Dan salah satu fokus kita juga menyoroti pengelolaan ketenagakerjaan," papar KDM. 

Dedi Mulyadi hadir melakukan intervensi ke Parung Panjang dan sekitarnya setelah pemerintah Kabupaten Bogor mengeluarkan kebijakan relaksasi membolehkan truk-truk pertambangan boleh melintas hampir 24 jam di tengah perbaikan jalan utama.

KDM juga menegaskan akan bertanggung jawab terhadap para pekerja terdampak penutupan sementara aktivitas pertambangan untuk wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin.

Dedi Mulyadi saat ini sedang menggodok dua opsi. Apakah akan memberikan uang tunai Rp 2 juta - Rp 3 juta selama perusahaan tambang ditutup atau diberikan pekerjaan baru. Mereka akan dipekerjakan di sejumlah posisi di lingkungan Provinsi Jawa Barat.

Saat ini sedang memasuki proses pendataan warga terdampak penutupan sementara perusahan-perusahaan tambang di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin. Salah satu yang melakukan pendataan adalah warga dari desa Rengasjajar, Cigudeg.

"Sekarang lagi didata. Tapi hanya ada 5 spesifikasi yang diterima. Ada jenis pekerjaan belum dapat diterima. Kan di sini ada pekerjaan yang tidak lumrah ada di tempat lain," kata Diyan Adi Tinggal, salah satu pejabat teras Desa Rengasjajar kepada JawaPos.com.

Parung Panjang Jalan Idaman

ubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM menjanjikan perbaikan jalan di Parung Panjang dan sekitarnya secara menyeluruh supaya nyaman bagi semua warganya. Perbaikan ini dilakukan KDM setelah bertahun-tahun jalan provinsi yang terletak di perbatasan Provinsi Banten tersebut dikuasai oleh truk-truk tambang dan warganya selama ini menjerit tapi tidak bisa berbuat banyak untuk memperbaiki keadaan.

"Untuk pembangunan Parung Panjang, kami akan terus menambah ruas jalan baru. Jalan-jalan lama yang rusak segera kami bongkar dan kami akan membangun kembali jalan Parung Panjang," tegas Dedi Mulyadi dalam video diunggahnya di Instagram, dikutip Rabu (15/10).

Perbaikan ruas-ruas jalan di Parung Panjang dan sekitarnya dilakukan KDM untuk mengembalikan hak warga yang selama bertahun-tahun dirampas. Dedi Mulyadi memastikan jalan di Parung Panjang akan menjadi jalan yang nyaman selayaknya jalan impian.

"Kalau orang ada mimpi tentang jalan Parung Panjang menjadi jalan idaman, insya Allah secara bertahap kami akan mewujudkan seluruhnya idaman itu. Semoga kita semua bisa hidup saling berdampingan, nyaman di jalan, nyaman di rumah, nyaman di kantor. Saya ingin menciptakan Jawa Barat nyaman untuk semua orang," tegas KDM.

Jalan Parung Panjang selama ini dikenal sebagai jalur neraka mengingat siapapun yang melintas di jalan ini pasti akan menghadapi kemacetan truk-truk tambang dan jalanan rusak di banyak titik. Warga Parung Panjang dan sekitarnya selama ini mengeluhkan kemacetan, jalanan yang rusak, hingga polusi udara yang parah akibat debu truk-truk tambang.

Namun, pemerintah daerah seolah tuli tidak pernah mendengarkan keluh kesah warga. Pemerintah daerah bahkan seolah tutup mata meski banyak nyawa tak berdosa hilang akibat ditabrak dan dilindas truk-truk tambang.

Dedi Mulyadi menjadi satu-satunya Gubernur Jawa Barat yang memberikan perhatian nyata untuk wilayah Parung Panjang dan sekitarnya. Dia membuat terobosan besar dan berani menghentikan aktivitas pertambangan sementara setelah truk-truk pertambangan melahirkan konflik dengan warga.

 

Warga Didata

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menegaskan akan bertanggung jawab terhadap para pekerja terdampak penutupan sementara aktivitas pertambangan untuk wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin.

Dedi Mulyadi saat ini sedang menggodok dua opsi. Apakah akan memberikan uang tunai Rp 2 juta - Rp 3 juta selama perusahaan tambang ditutup atau diberikan pekerjaan baru. Mereka akan dipekerjakan di sejumlah posisi di lingkungan Provinsi Jawa Barat.

Saat ini sedang memasuki proses pendataan warga terdampak penutupan sementara perusahan-perusahaan tambang di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin. Salah satu yang melakukan pendataan adalah warga dari desa Rengasjajar, Cigudeg.

"Sekarang lagi didata. Tapi hanya ada 5 spesifikasi yang diterima. Ada jenis pekerjaan belum dapat diterima. Kan di sini ada pekerjaan yang tidak lumrah ada di tempat lain," kata Diyan Adi Tinggal, salah satu pejabat teras Desa Rengasjajar kepada JawaPos.com.

Dia mengaku sedang berusaha memperjuangkan agar semua jenis pekerjaan dapat diterima dan mendapatkan pekerjaan baru atau mendapat bantuan dana selama belum bisa bekerja akibat perusahaan-perusahaan pertambangan ditutup sementara.

"Untuk kapannya kita belum tahu dan belum ada pembicaraan sampai ke sana. Kita baru mendata warga yang terdampak," papar Diyan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 19 Oktober 2025: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan

Warga Parung Panjang Terus Berjuang

Perjuangan yang dilakukan tokoh masyarakat hingga warga Parung Panjang, Kabupaten Bogor, sejatinya sudah berlangsung sangat lama, untuk sekadar memperjuangkan hak untuk mendapatkan lingkungan lebih nyaman, terbebas dari debu, kemacetan, dan kecelakaan akibat truk-truk pertambangan yang kerap melintas.

Mereka sudah lama mengeluhkan truk tambang yang mengakibatkan kerusakan parah pada jalanan Parung Panjang. Salah satu momen fenomenal terjadi pada 2009 silam, ketika salah satu warga memprotes keras jalan penuh lumpur, rusak, menyerupai kubangan kerbau.

Berbagai upaya telah dilakukan warga Parung Panjang dan sekitarnya selama bertahun-tahun untuk menuntut terciptanya lingkungan yang lebih baik.

Mulai dari menggelar aksi demonstrasi di jalan utama Parung Panjang, demo di depan kantor Kecamatan Parung Panjang, melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Bogor, DPRD Provinsi Jawa Barat, hingga dengan anggota DPR RI.

 

 

Ketua Gerakan Masyarakat Parung Panjang untuk Perubahan (Gampar) Saeful Anwar bercerita, semua perjuangan itu terus dilakukan dari tahun ke tahun namun tidak ada solusi nyata yang diberikan pemerintah untuk warga Parung Panjang.

"Hampir segala upaya sudah kita lakukan, mulai dari audiensi dengan DPRD Kabupaten, Provinsi, sampai Pusat. Bertemu dengan pihak pemerintah daerah tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, belum lagi demo-demo jalanan,"ungkapnya.

Upaya yang dilakukan warga Parung Panjang untuk memastikan lingkungan lebih baik juga dilakukan dengan memutarbalikkan truk tronton yang melanggar jam operasional. Untuk tindakan yang terakhir ini, kerap kali melahirkan konflik horizontal antara warga dengan sopir truk tambang.

Saeful Anwar menegaskan bahwa warga Parung Panjang akan terus berjuang untuk memastikan jalan di Parung Panjang aman dan nyaman, tidak lagi dipenuhi oleh truk-truk pertambangan. Semangat warga akan terus menyala untuk sekadar menagih hak yang seharusnya mereka dapatkan.

"Semua kami lakukan semata agar Bogor Barat bisa merdeka. Merdeka dari rasa takut akan kecelakaan, merdeka dari rasa was was, merdeka dari debu, merdeka dari ISPA, merdeka dari kemacetan yang diakibatkan oleh angkutan tambang," ungkapnya.

Dia bersyukur perjuangan di tahun 2025 ini mulai sedikit membuahkan hasil, mengingat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM memberikan atensi yang serius pada wilayah Parung Panjang dan sekitarnya.

Hal itu dibuktikan dengan kebijakan KDM menghentikan aktivitas pertambangan sementara setelah Parung Panjang sempat memanas beberapa waktu lalu.

 

 

 

 

 

"Terima kasih kepada banyak pihak yang sudah banyak membantu selama ini, termasuk media baik cetak maupun online dan juga tidak lupa seluruh netizen yang sudah membantu memviralkan segala kesemrawutan di Parung Panjang yang diakibatkan keganasan tronton. Semoga perjuangan kita bisa indah pada saatnya," ungkapnya.

EDITOR: Bayu Putra