← Beranda
4 Langkah Selamatkan Sungai dari Pencemaran Sampah dan Ancaman Lainnya
Ilham Safutra• Senin, 28 Juli 2025 | 15.32 WIB
Pengolahan air limbah dengan bioindikator sebelum air limbah dilepas ke sungai. Pengolahan menggunakan bakteri pengurai. (Dok. PPLI)

JawaPos.com - Sungai merupakan elemen vital ekosistem yang harus dijaga bersama. Menjaga sungai harus dilakukan secara kolektif. Tidak hanya cukup diserahkan kepada pada sektor tertentu saja. Baik itu pemerintah, NGO, swasta, atau masyarakat 

Menjaga sungai dari ancaman pencemaran pun tidak cukup dengan sekadar kegiatan bersih-bersih dan penanaman pohon. Lebih penting lagi memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat hingga inovasi teknologi pengolahan limbah cair. 

Memperingati Hari Sungai Nasional yang jatuh pada Minggu (27/7), PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) kembali memberikan perhatian terhadap sungai. Manajer Humas PPLI Arum Tri Pusposari mengatakan, sungai merupakan elemen vital ekosistem yang harus dijaga bersama.  

“Sungai bukan sekadar aliran air, melainkan urat nadi kehidupan. Menjaganya adalah tanggung jawab kolektif. Kami hadir sebagai bagian dari solusi dengan aksi yang konkret dan menyentuh langsung masyarakat serta lingkungan sekitar,” ujar Arum kepada JawaPos.com dalam keterangannya pada Senin (28/7).  

Arum menuturkan, PPLI sebagai perusahaan pengolahan limbah memiliki beberapa langkah untuk menjaga kondisi sungai terhadap ancaman pencemaran. Di Jakarta, perhatian besar tertuju ke Sungai Ciliwung.

Baca Juga: Pemancing Kaget! Temukan Jasad Wanita Membusuk Dalam Tong di Sungai Cisadane Tangerang  

Pertama, melakukan penanaman pohon dari hulu hingga hilir. Upaya itu dilakukan bersama komunitas dan relawan lingkungan pada Minggu (27/7). Terdapat ratusan pohon keras yang ditanam dari hulu Sungai Ciliwung yaitu di titik 0 kilometer. Tepatnya di Telaga Saat Puncak, Kabuturan Bogor; hingga ke wilayah hilir. Yakni di Condet, Jakarta Timur.  

Arum mengklaim kegiatan itu bertujuan untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Jabodetabek dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. 

Kedua, aksi bersih dan sedekah Sungai Cileungsi. Ada dua sungai yang berhulu di Kabupaten Bogor. Selain Ciliwung ada Cileungsi. Untuk Sungai Cileungsi berhilir ke arah kawasan Bekasi, Jawa Barat. Kedua sungai memiliki peran penting. Jika tidak dijaga bisa berdampak pada kehidupan sekitar daerah aliran sungai (DAS). Contohnya banjir.  

PPLI menggalang keterlibatan publik dalam membersihkan sampah sungai dan menebar benih ikan untuk menyeimbangkan ekosistem air. Aksi itu diperkuat dengan forum edukatif Ngobrol Peduli Lingkungan (Ngopling) yang mempertemukan tokoh masyarakat, media, dan aktivis lingkungan. 

Baca Juga: Tim SAR Temukan Jenazah Pelajar Tenggelam di Sungai Sampean Baru Bondowoso setelah 3 Hari Pencarian

“Kami ingin kebaikan ini menular ke lebih banyak pihak. Sungai adalah warisan, dan merawatnya adalah investasi untuk generasi mendatang,” jelas Arum. 

Ketiga, menerapkan inovasi dan teknologi Evaporator Mobile. Teknologi itu dikenalkan oleh PPLI. Evaporator mobile merupakan sebuah alat portabel yang digunakan untuk mengolah limbah cair industri melalui proses penguapan (evaporasi). Sehingga, air limbah dapat dipisahkan dari kontaminan atau dikonversi menjadi bentuk yang lebih aman. Teknologi ini memungkinkan proses penjernihan dilakukan langsung di lokasi sumber limbah. 

“Teknologi itu penting tapi yang lebih penting adalah niat dan konsistensi. Sungai tidak akan pulih hanya dengan seremoni atau seminar,” tegas Arum. 

Keempat, melakukan pengolahan limbah cair berbasis bioindikator. Arum menuturkan, selama ini PPLI mengolah limbah cair. Air hasil pengolahan digunakan kembali untuk operasional internal perusahaan, seperti menyiram tanaman dan kebutuhan non-produksi lainnya. Cara itu sebagai bentuk efisiensi dan konservasi air tanah. 

Air limbah yang telah diolah melalui sistem Bioplant ini juga diuji menggunakan bioindikator alami, seperti ikan dan tanaman air, untuk memastikan kesesuaiannya dengan baku mutu yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). “Kami ingin menunjukkan bahwa air limbah pun dapat dimanfaatkan kembali secara aman jika dikelola dengan benar,” tambah Arum. 

“Setiap orang punya peran dalam menjaga sungai. Saat sungai mati, kita pun kehilangan bagian penting dari kehidupan,” pungkas Arum Tri Pusposari.

EDITOR: Ilham Safutra