JawaPos.com - Pihak kepolisian menyebut bahwa Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur Buddy Alfrits Towoliu sebelum ditemukan meninggal dunia sempat mengeluhkan sakit empedu yang tak tertahankan. Hal itu diungkapkan Buddy kepada Kapolres Jakarta Timur saat meminta izin untuk melakukan operasi.
"Jadi ada percakapannya dengan pak kapolres menyatakan bahwa sakitnya sudah tidak tertahankan lagi dan tidak bisa berbuat apa-apa kalau sedang sakit," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan, Sabtu (29/4).
Selang dua minggu setelah itu, barulah kemudian Buddy melakukan operasi penyakit empedunya di Rumah Sakit Pondok Indah.
"Jadi beliau ini baru serah terima, begitu ke Polres Jaktim menghadap ke kapolres langsung minta izin karena sakit," jelas Trunoyudo.
Sebelumnya, Polisi menduga kematian Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur Buddy Alfrits Towoliu lantaran bunuh diri. Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko
"Didapatkan untuk sementara hari dari langkah-langkah yang kita lakukan ini patut diduga bunuh diri. Sementara ini dalam proses penyeledikan ini," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (29/4).
Namun begitu, ia mengaku belum mengetahui apa motif di balik dugaan bunuh diri Buddy tersebut. Hanya saja, Trunoyudo mengatakan bahwa yang bersangkutan mengalami sakit ampedu.
"Untuk sementara dua minggu atau seminggu lalu menjalani operasi karena tidak tahan lagi (sakit). Tentu ini bagian dair pada penyelidikan," ucapnya.