Dilansir dari Arab News, Minggu (11/10), kecaman yang disampaikan melalui Saudi Press Agency (SPA) muncul di tengah berlanjutnya serangan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran terhadap infrastruktur penerbangan sipil Arab Saudi.
Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) menyatakan korban tewas terdiri atas empat warga Arab Saudi serta warga negara Bangladesh, Palestina, Amerika Serikat (AS), Mesir, Yordania, Suriah, dan Sudan. Sebanyak 309 orang lainnya terluka, termasuk sejumlah korban dalam kondisi kritis.
Beberapa jam setelah serangan di Riyadh pada Sabtu, juru bicara Koalisi Pendukung Pemerintahan Sah di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengumumkan bahwa sebuah proyektil jatuh di dekat Bandara Internasional King Fahd di Dammam. Dia tidak memberikan perincian lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Perkembangan itu menambah kekhawatiran terhadap keamanan jaringan penerbangan sipil Arab Saudi, seiring konflik yang pecah setelah perang Iran pada 28 Februari meluas ke sejumlah wilayah di kawasan.
Bahrain dan Qatar kecam serangan
Bahrain mengecam keras serangan terbaru di Bandara Riyadh. Manama menyebut insiden tersebut sebagai eskalasi berbahaya, terlebih setelah fasilitas yang sama diserang dua hari sebelumnya.
Dalam pernyataan yang disiarkan SPA, Kementerian Luar Negeri Bahrain menyebut serangan tersebut melanggar hukum internasional, hukum humaniter internasional, dan Piagam PBB. Bahrain memperingatkan bahwa serangan itu mengancam stabilitas kawasan, keamanan penerbangan sipil, serta keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Bahrain juga menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Konvensi Chicago tentang Penerbangan Sipil Internasional dan sejumlah resolusi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Negara tersebut mendesak Dewan Keamanan PBB, ICAO, dan komunitas internasional mengambil langkah tegas untuk menghentikan serangan serta meminta pertanggungjawaban pihak yang terlibat dan para pendukungnya. Bahrain juga meminta penerapan penuh resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, terutama Resolusi 2216 dan 2817.
Qatar turut mengecam serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid. Doha menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan Arab Saudi sekaligus ancaman langsung bagi keamanan kawasan, warga sipil, dan keselamatan penerbangan.
Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan solidaritas penuh dengan Riyadh dan mendukung langkah-langkah untuk melindungi kedaulatan, keamanan, serta keutuhan wilayah Arab Saudi. Qatar juga menyatakan keamanan Arab Saudi merupakan bagian penting dari keamanan Qatar dan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Yordania hingga Mesir menyampaikan solidaritas
Yordania mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Arab Saudi dan eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan serta stabilitas kerajaan itu.
Kementerian Luar Negeri Yordania menegaskan penolakan terhadap serangan yang menyasar warga sipil, objek sipil, dan fasilitas ekonomi di Arab Saudi. Amman menyatakan solidaritas penuh dengan Riyadh serta mendukung langkah untuk melindungi keamanan dan aset nasionalnya.
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina juga mengecam serangan tersebut. Pemerintah Palestina menyatakan solidaritas dengan Arab Saudi sekaligus menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa.
Siprus turut mengecam serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha. Negara itu menyebut serangan tersebut menyasar warga sipil dan infrastruktur penting serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Mesir juga mengecam serangan terhadap Bandara Riyadh dan sebuah pesawat Saudia. Kementerian Luar Negeri Mesir menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, menyatakan solidaritas dengan Arab Saudi, serta menyampaikan belasungkawa atas kematian tiga warga Saudi dalam serangan yang disorotnya.
Oman menyampaikan kecaman melalui percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Sayyid Badr bin Hamad Al Busaidi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah.
Al Busaidi menolak serangan terhadap fasilitas sipil dan tindakan yang mengancam keamanan Arab Saudi. Kedua menteri juga membahas perkembangan regional serta perlunya solusi diplomatik untuk meredakan ketegangan.
Organisasi internasional ikut bersuara
Komisi Hak Asasi Manusia Permanen Independen Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras serangan Houthi terhadap Bandara Internasional Abha, Bandara Internasional King Khalid, dan sebuah pesawat sipil.
Komisi tersebut menyatakan rangkaian serangan itu telah mengakibatkan enam orang tewas, terdiri atas tiga warga Arab Saudi dan tiga warga negara lain yang tinggal di kerajaan tersebut, serta sedikitnya 36 orang terluka.
Komisi menyebut serangan itu sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter internasional. Mereka mendesak PBB serta lembaga internasional dan regional mengecam serangan tersebut dan mengambil langkah mendesak untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Sekretariat Jenderal Dewan Menteri Dalam Negeri Arab juga mengecam serangan pada Sabtu. Lembaga itu menyebut serangan berulang Houthi terhadap fasilitas penerbangan dan warga sipil sebagai pelanggaran hukum internasional yang mengancam keamanan serta stabilitas regional.
Somalia mengecam serangan terhadap bandara di Abha dan Riyadh sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta ancaman terhadap kedaulatan Arab Saudi dan keamanan kawasan.
Uruguay juga menyatakan solidaritas dengan Arab Saudi. Negara Amerika Selatan tersebut sekaligus menyampaikan kekhawatiran atas ancaman terhadap pelayaran komersial di Laut Merah dan Selat Bab Al-Mandab.
Uruguay menekankan pentingnya melindungi kapal beserta awaknya, menjaga kebebasan navigasi, dan mematuhi Konvensi PBB tentang Hukum Laut. Negara itu juga menegaskan dukungan terhadap upaya PBB untuk mencapai penyelesaian politik yang menyeluruh atas konflik di Yaman.
Ratusan penerbangan dibatalkan
Rangkaian serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan sipil di Arab Saudi. GACA menyatakan operasional Bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara setelah serangan Sabtu untuk memungkinkan pihak berwenang menilai kerusakan.
Situs pelacakan penerbangan FlightAware mencatat sedikitnya 291 penerbangan di Bandara Riyadh dibatalkan dalam kurun waktu 24 jam sebelum laporan tersebut. Sejumlah maskapai internasional juga telah menangguhkan penerbangan menuju dan dari Riyadh serta bandara lain di Arab Saudi untuk jangka waktu berbeda.
Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) memperluas panduan terkait wilayah udara Arab Saudi. Lembaga itu memperingatkan bahwa Houthi memiliki kemampuan menyerang sasaran yang lebih jauh ke dalam wilayah kerajaan dan semakin berfokus pada infrastruktur penerbangan.
EASA juga menyatakan serangan rudal dan drone, beserta upaya pencegatannya, meningkatkan risiko pesawat sipil salah diidentifikasi sebagai sasaran.
Arab Saudi berulang kali memperingatkan agar wilayah Yaman tidak digunakan sebagai landasan untuk melancarkan serangan terhadap kerajaan tersebut maupun mengancam keamanan regional.