← Beranda
Banjir Melanda Bangkok, Pemerintah Umumkan Status Bencana di 50 Distrik
Rian Alfianto• Sabtu, 26 September 2026 | 23.44 WIB
Ilustrasi bencana banjir melanda Bangkok, Thailand. (BBC)

JawaPos.com - Banjir besar melanda sejumlah wilayah Bangkok, Thailand dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut membuat pemerintah kota memperluas deklarasi bencana hingga mencakup seluruh 50 distrik. 

Keputusan ini membuka kerangka penyaluran bantuan bagi warga terdampak, sementara masyarakat diminta menyimpan foto kondisi sebelum dan sesudah banjir sebagai bukti kerusakan.

Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt memimpin rapat penanganan banjir pada Sabtu (26/9) waktu setempat di Department of Drainage and Sewerage, Bangkok City Hall 2, Din Daeng. Rapat tersebut dihadiri perwakilan seluruh kantor distrik serta lembaga terkait di bawah Bangkok Metropolitan Administration (BMA).

Baca Juga: Pemain Spanyol Berikan Hadiah Juara Piala Dunia kepada Staf RFEF

Perluasan status bencana dilakukan ketika pemerintah kota memperkuat penanganan dampak banjir di berbagai kawasan. Kantor distrik kini diminta memastikan kebutuhan warga terdampak, mulai dari evakuasi hingga bantuan untuk kelompok rentan, dapat ditangani dengan cepat.

Pemerintah Bangkok mengumumkan, bagi warga yang rumah atau propertinya terdampak, dokumentasi menjadi salah satu hal penting yang perlu disiapkan. Pemerintah meminta warga menyimpan foto kondisi sebelum dan sesudah banjir untuk mendukung pengajuan bantuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dokumentasi dapat menjadi bukti kondisi dan kerusakan yang dialami warga ketika proses bantuan dilakukan.

Mengutip The Nation, Chadchart juga meminta kantor distrik berkoordinasi erat dengan lembaga pemerintah lainnya agar respons terhadap banjir tidak berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Sagittarius Besok Minggu 27 September 2026: Jangan Ragu Mengikuti Arah Baru

Banjir tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga meningkatkan risiko bagi warga yang sulit melakukan evakuasi secara mandiri.

Karena itu, kantor distrik diminta mendata pasien yang hanya bisa berbaring serta warga rentan lainnya bersama pusat kesehatan masyarakat dan lembaga terkait.

Pendataan akan menentukan apakah seseorang membutuhkan peralatan medis, harus dirujuk ke fasilitas kesehatan, dapat tetap memperoleh perawatan di lingkungan tempat tinggal, atau perlu dipindahkan ke tempat pengungsian.

BMA juga meminta sumber daya dan anggaran disiapkan untuk kebutuhan yang bersifat mendesak.

Sekolah Disiapkan Jadi Tempat Pengungsian

Warga yang harus meninggalkan rumah akibat banjir akan diarahkan ke tempat penampungan sementara. BMA mempertimbangkan sekolah yang dikelolanya sebagai lokasi utama karena memiliki bangunan dan fasilitas toilet yang dapat digunakan untuk kebutuhan pengungsi.

Baca Juga: Betah di Bundesliga, Harry Kane Sebut Negosiasi Kontrak Baru Bayern Munchen Berjalan Lancar

Kantor distrik harus memantau kapasitas serta jumlah warga yang berada di tempat pengungsian dan melaporkannya secara berkala kepada pemerintah pusat Bangkok.
Selain tempat tinggal sementara, kebutuhan parkir juga menjadi perhatian. 

Pemerintah akan berkoordinasi dengan operator swasta untuk menyediakan area parkir bagi warga yang harus mengungsi bersama kendaraannya. Makanan, air minum dan fasilitas sanitasi juga harus tersedia di lokasi pengungsian.

Selain itu, untuk menghadapi genangan dan aliran air, Department of Drainage and Sewerage akan mengoordinasikan penyediaan pasir dan karung pasir.

Petugas distrik kemudian diminta bekerja bersama masyarakat untuk mengisi dan menempatkan karung pasir di lokasi yang membutuhkan perlindungan.

Baca Juga: Dugaan Limbah Hitam di PIER Pasuruan, Pengelola Turun Tangan Lakukan Investigasi

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak banjir di kawasan yang rentan terdampak kenaikan air.

Jalan dan Transportasi Bangkok Dipantau

Banjir juga berpengaruh terhadap mobilitas warga. Sejumlah ruas jalan, jembatan dan jalur transportasi perlu dipantau karena kondisi air dapat berubah.

Kantor distrik dan petugas penegakan aturan kota diminta berkoordinasi dengan polisi lalu lintas untuk mengatur perjalanan. Kendaraan milik BMA dan lembaga lain juga disiapkan untuk membantu mengangkut warga.

Kendaraan yang mogok atau menghalangi jalan harus segera dipindahkan agar tidak memperparah gangguan lalu lintas.

Setelah Air Surut, Drainase Dibersihkan

Baca Juga: Manfaat Semangat Kimia Hijau, Sebelas Startup Indonesia Siap Bersaing di Tingkat Global

Penanganan banjir di Bangkok juga mencakup fase setelah air mulai surut. Pemerintah meminta kantor distrik membersihkan sampah dan material yang menyumbat saluran masuk drainase serta kanal.

Pembersihan diperlukan agar air dapat kembali mengalir dan genangan lebih cepat berkurang.

Petugas juga akan mengevaluasi kebutuhan toilet bergerak di kawasan terdampak serta memeriksa kebersihan dan keamanan fasilitas sanitasi di tempat pengungsian.

EDITOR: Bintang Pradewo