JawaPos.com - Syekh Ibrahim Al Madani, muazin Masjidil Haram di Makkah, meninggal dunia pada Senin (21/9). Kabar duka tersebut beredar di kalangan petugas Dua Masjid Suci dan para pengikut lantunan azan Masjidil Haram di media sosial.
Kabar wafatnya Syekh Ibrahim Al Madani segera memicu ucapan belasungkawa. Rekaman audio dan video yang menampilkan dirinya saat mengumandangkan azan dan takbir di Masjidil Haram kembali dibagikan secara luas.
Nama Syekh Ibrahim Al Madani juga ramai diperbincangkan di media sosial setelah kabar wafatnya tersebar. Sejumlah unggahan mengenang lantunan azan dan takbir yang selama ini dikumandangkannya dari Masjidil Haram.
Baca Juga: KPK Amankan Uang Ratusan Juta dalam OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara
Salah Satu Muazin Utama Masjidil Haram
Syekh Ibrahim Al Madani merupakan salah satu dari 24 muazin utama Masjidil Haram. Para muazin tersebut bertugas secara bergiliran untuk mengumandangkan azan lima waktu.
Setiap hari, enam muazin menjalankan tugas mengumandangkan azan, termasuk azan pertama untuk salat Subuh. Syekh Al Madani dikenal luas melalui lantunan azan Subuh dan takbirnya.
Suaranya menjadi salah satu yang dikenal oleh jamaah yang mengikuti ibadah di Masjidil Haram maupun melalui rekaman yang tersebar di media sosial.
Selain azan, Syekh Ibrahim Al Madani juga menjalankan tugas tabligh. Dalam tugas tersebut, muazin menyampaikan atau mengulang takbir dan bacaan imam melalui pengeras suara dari mimbar khusus muazin.
Tugas itu dilakukan agar bacaan imam dapat didengar jamaah di seluruh area Masjidil Haram.
Setelah kabar wafatnya muncul pada Senin, rekaman ketika Syekh Ibrahim Al Madani mengumandangkan azan maupun takbir kembali tersebar di dunia maya.
Bagi para pengikut lantunan azan Masjidil Haram, rekaman tersebut menjadi bagian dari kenangan terhadap Syekh Ibrahim Al Madani setelah kepergiannya.