JawaPos.com - Hong Kong menggelar pemakaman kenegaraan untuk Tung Chee-hwa, pemimpin pertama wilayah tersebut setelah berakhirnya pemerintahan kolonial Inggris, pada Minggu (20/9). Puluhan tokoh politik dan pengusaha menghadiri upacara untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan kepala eksekutif Hong Kong itu.
Dilansir dari Kyodo, Minggu (20/9), Tung meninggal dunia pada usia 89 tahun pada 8 September 2026. Ia memimpin Hong Kong setelah penyerahan kedaulatan dari Inggris pada 1997, melewati krisis keuangan Asia serta wabah SARS pada 2003.
Tung mengundurkan diri pada 2005 ketika menjalani masa jabatan keduanya. Keputusan tersebut diambil setelah muncul penolakan publik yang luas terhadap rencana pemberlakuan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong. Masyarakat saat itu khawatir aturan tersebut akan mengikis kebebasan sipil.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala eksekutif Hong Kong, Tung menjadi wakil ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok, badan penasihat politik tertinggi di negara tersebut.
Upacara pemakaman pada Minggu dipimpin Shi Taifeng, Kepala Departemen Organisasi Partai Komunis yang berkuasa sekaligus anggota Politbiro. Dalam pidatonya, Shi memuji kontribusi Tung terhadap kerangka pemerintahan "satu negara, dua sistem" yang diterapkan Tiongkok, menurut kantor berita resmi Xinhua.
Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee dan Xia Baolong, pejabat Beijing yang menangani urusan Hong Kong, termasuk di antara tokoh yang menghadiri upacara penghormatan tersebut.
Peti jenazah Tung yang diselimuti bendera nasional Tiongkok dibawa oleh sejumlah pengusung, termasuk John Lee, dari gedung pemakaman sebelum kemudian dibawa untuk dikremasi.
Dipilih melalui Komite yang Didukung Beijing
Tung merupakan pengusaha sektor pelayaran yang kemudian menjadi kepala eksekutif pertama Hong Kong. Ia memperoleh jabatan tersebut pada 1996 melalui komite pemilihan yang didukung Beijing.
Dalam perjalanan kariernya, Tung pernah mendampingi Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam kunjungan ke Amerika Serikat pada 2012 dan 2015. Penampilan publik terakhirnya tercatat pada Juli 2021.
Sejumlah warga Hong Kong terlihat menandatangani buku belasungkawa untuk mengenang Tung. Pada Sabtu (19/9), Elvis Cheung, 89, menempuh perjalanan lebih dari satu jam untuk memberikan penghormatan terakhir.
"Dia membawa banyak manfaat bagi Hong Kong dan membantu kami melewati kesulitan ekonomi," kata Cheung.
Di sebuah balai komunitas lainnya, Kiki Ho, 68, mengatakan bahwa Tung bekerja dengan sepenuh hati untuk Hong Kong.