JawaPos.com - Sebanyak 13 warga sipil terluka setelah kelompok Houthi melancarkan serangan rudal balistik dan drone ke tiga kota di Arab Saudi.
Masing-masing Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Kota terakhir bertetangga dengan Makkah, dan hanya berjarak sekitar 100 kilometer dari Masjidil Haram.
Serangan rudal beserta drone tersebut juga merusak tujuh rumah dan dua kendaraan.
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Malki, mengatakan serangan berlangsung pada Senin (14/9) dan menyebabkan para korban mengalami luka ringan hingga sedang.
Baca Juga: Saudi Hancurkan Drone Houthi Sebelum Masuk Wilayah Udara Makkah
Al-Malki menuduh Houthi sengaja menyasar warga sipil dan infrastruktur sipil dalam serangannya.
Ia mengatakan koalisi akan mengambil langkah untuk mencegah serangan lanjutan dengan alasan hak membela diri.
Situasi keamanan juga membuat Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan potensi bahaya di enam kota pada Selasa dini hari.
Peringatan itu mencakup Jeddah, Yanbu, Taif, Abha, Jazan, dan Al Ula. Beberapa waktu kemudian, otoritas menyatakan kondisi bahaya telah berlalu.
"Untuk keselamatan Anda, terus ikuti instruksi #CivilDefense dan hindari berkumpul serta merekam. Dalam keadaan darurat, hubungi (911)," demikian pernyataan Pertahanan Sipil Arab Saudi.
Baca Juga: Pasukan Yaman dan Arab Saudi Gencarkan Serangan Udara untuk Hentikan Laju Houthi
Peringatan tersebut menunjukkan bahwa dampak serangan tidak hanya dirasakan di tiga kota yang dilaporkan terkena serangan, tetapi juga memicu kewaspadaan di sejumlah wilayah lain.
Houthi Klaim hanya Balas Serangan
Serangan ke Arab Saudi terjadi setelah juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengeklaim pesawat tempur Arab Saudi melakukan 54 serangan udara di lima provinsi Yaman dalam 24 jam sebelumnya.
Menurut Saree, serangan udara tersebut melibatkan jet tempur F-15 dan Typhoon. Ia memperingatkan bahwa serangan itu tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Sementara itu, Anadolu melaporkan, Houthi juga mengklaim telah melancarkan serangan besar menggunakan rudal dan drone terhadap Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait.
Kelompok tersebut sekaligus mengancam akan memperluas operasi militernya terhadap Arab Saudi.
Baca Juga: Houthi Klaim Lancarkan Serangan Drone dan Rudal ke Pangkalan Militer Arab Saudi
Eskalasi terbaru menandai meningkatnya kembali ketegangan antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Konfrontasi kedua pihak dilaporkan meningkat sejak awal Juli setelah periode relatif tenang selama beberapa tahun.
Perang Yaman sendiri telah berlangsung sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014.
Setahun kemudian, koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.
Rangkaian serangan terbaru memperlihatkan bagaimana konflik yang berpusat di Yaman kembali berpotensi meluas ke wilayah Arab Saudi.
Baca Juga: Pasukan Houthi Kuasai Garis Pantai Yaman hingga Mencapai Pelayaran Strategis Bab al-Mandeb
Sekaligus meningkatkan risiko terhadap penduduk sipil di kawasan perbatasan dan kota-kota yang menjadi sasaran.