JawaPos.com – Iran menghadapi ancaman keamanan yang semakin meningkat dari kelompok-kelompok bersenjata etnis yang beroperasi di wilayah perbatasan negara tersebut.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Rabu (9/9), Para ahli dan pejabat Iran memperingatkan bahwa dukungan eksternal terhadap kelompok bersenjata dapat memperbesar risiko keamanan, terutama di tengah ketegangan perang dan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat.
Pemerintah Iran juga terus melaporkan penangkapan serta bentrokan dengan kelompok bersenjata yang dianggap mengancam stabilitas dalam negeri.
Baca Juga: Penggemar aespa di Brasil Soroti Ketidaksesuaian Fasilitas Paket VIP Acara Send-Off Seharga Rp 8 Jut
Kelompok bersenjata Kurdi yang beroperasi di sekitar perbatasan barat Iran dengan Irak dinilai menjadi salah satu ancaman bersenjata nonnegara terbesar bagi Teheran.
Selain kelompok Kurdi, wilayah tenggara Iran juga menghadapi aktivitas kelompok separatis Baloch, termasuk Jaish al-Adl yang masih melakukan serangan secara sporadis terhadap aparat keamanan.
Pemerintah Iran berupaya memperkuat pengawasan perbatasan dan meningkatkan pengerahan pasukan untuk membatasi pergerakan kelompok-kelompok tersebut.
Para pengamat menilai dukungan dari pihak luar dapat membuat kelompok bersenjata Kurdi dan Baloch menjadi tantangan yang lebih serius bagi pemerintah Iran.
Peneliti Middle East Institute Alex Vatanka mengatakan dukungan eksternal terhadap kelompok militan etnis berpotensi menjadi bagian dari tekanan yang lebih luas terhadap pemerintahan di Teheran.
Di tengah tekanan perang, sanksi, dan persoalan ekonomi, Iran kini menghadapi risiko meningkatnya tekanan dari kelompok bersenjata di dalam negeri sekaligus ketegangan sosial dan politik.