← Beranda
Larry Ellison Dipanggil Kongres AS, Proyek Oracle untuk Veteran Membengkak Tiga Kali Lipat
Mellyna Putri DiniarRabu, 9 September 2026 | 22.58 WIB
Larry Ellison menghadapi panggilan Kongres AS setelah proyek rekam medis veteran yang dikerjakan Oracle membengkak hampir tiga kali lipat (Politico)

 

JawaPos.com - Larry Ellison, salah satu pendiri sekaligus Executive Chairman Oracle, menghadapi panggilan paksa dari Kongres Amerika Serikat (AS) setelah proyek modernisasi rekam medis elektronik Departemen Urusan Veteran (Veterans Affairs/VA) membengkak jauh melampaui anggaran awal. Komite Urusan Veteran DPR AS meminta Ellison dan CEO Oracle Mike Sicilia menjelaskan kenaikan biaya serta perkembangan proyek yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Proyek tersebut semula ditargetkan selesai pada 2028 dengan biaya sekitar 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp176,6 triliun, dengan kurs Rp17.660 per dolar AS. Namun, setelah mengalami penundaan dan berbagai perubahan, pejabat VA kini memperkirakan pengerjaannya membutuhkan tambahan tiga tahun dan plafon biaya mencapai 27 miliar dolar AS atau sekitar Rp476,82 triliun, hampir tiga kali lipat dari perkiraan awal.

Dilansir dari Politico, Selasa (8/9/2026), keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara bipartisan setelah sidang yang berlangsung panas. Anggota parlemen dari Partai Republik maupun Demokrat sama-sama mempersoalkan kenaikan biaya dan jadwal yang tidak pasti. Rep. Derrick Van Orden dari Partai Republik bahkan menyebut proyek tersebut sebagai "pemborosan terbesar yang pernah saya lihat dalam pemerintahan." Dia menyatakan, "Frustrasi yang kami rasakan di komite ini sudah melampaui batas."

Baca Juga: Saat Larry Ellison Bertaruh Besar pada AI, Oracle Justru Larang Kode AI di Proyek Java OpenJDK

Sorotan itu semakin tajam karena Oracle tidak hadir dalam sidang meski sebelumnya diminta memberikan kesaksian. Anggota senior Demokrat di komite, Mark Takano, mengatakan Oracle sempat menerima undangan pada 26 Agustus, tetapi sehari kemudian membatalkannya dengan alasan keterbatasan waktu dan struktur sidang.

Takano kemudian mempertanyakan, "Mengapa Oracle membutuhkan tambahan 17 miliar dolar AS untuk menyelesaikan pekerjaan ini?"

Karena itu, subpoena atau panggilan paksa diarahkan kepada Ellison dan Sicilia untuk memberikan penjelasan mengenai biaya serta kemajuan proyek. Ketua komite Mike Bost mengatakan dirinya sebelumnya berupaya meminta pejabat Oracle hadir secara sukarela. Namun, ketidakhadiran perusahaan dan meningkatnya biaya membuat tekanan terhadap Oracle semakin besar. Hingga kini, komite belum menetapkan tanggal kesaksian kedua eksekutif tersebut.

Masalah lainnya terletak pada lambatnya penerapan sistem. Dalam delapan tahun terakhir, platform rekam medis baru baru diterapkan di kurang dari 20 lokasi. Sebagian besar penerapan tersebut bahkan berlangsung dalam beberapa bulan terakhir setelah Menteri VA Doug Collins berupaya mempercepat program. Padahal, ratusan pusat kesehatan masih harus menjalani migrasi dalam lima tahun mendatang.

Di tengah kritik tersebut, Wakil Menteri VA Paul Lawrence berusaha meyakinkan anggota parlemen bahwa proyek tidak akan melewati plafon baru 27 miliar dolar AS. "Saya sangat yakin upaya ini tidak akan melampaui batas 27 miliar dolar AS tersebut," kata Lawrence. Dia juga menegaskan, "Kami telah menjalankan jadwal persis seperti yang kami sampaikan dan kami telah melakukan pembicaraan serius dengan kontraktor kami."

Lawrence melanjutkan, "Inilah dana yang tersedia untuk melakukan hal-hal yang kami perlukan." Namun, keyakinan VA itu belum sepenuhnya menjawab persoalan pengawasan anggaran.

Pejabat Government Accountability Office (GAO) mengatakan lembaga tersebut masih belum memiliki estimasi biaya sepanjang siklus hidup proyek secara menyeluruh. Dengan demikian, angka 27 miliar dolar AS belum memberikan kepastian bahwa kebutuhan pendanaan akhirnya benar-benar berhenti di sana.

Perkara ini juga memperlihatkan bagaimana hubungan antara pemerintah AS dan perusahaan teknologi besar semakin berada di bawah pengawasan politik. Oracle bukan sekadar penyedia perangkat lunak dalam proyek tersebut, melainkan kontraktor utama untuk membangun sistem yang akan digunakan dalam layanan kesehatan veteran.

Kenaikan plafon kontrak dari sekitar 10 miliar menjadi lebih dari 27 miliar dolar AS membuat Kongres mempertanyakan apakah negara memperoleh hasil yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Baca Juga: Larry Ellison Hadapi Gugatan Investor di Tengah Ambisi Akuisisi Media Global Rp 1.992 Triliun

EDITOR: Candra Mega Sari