← Beranda
Pusat Data Bitcoin AS Bocorkan 3 Juta Galon Air hingga Sekolah Tutup, Padahal Dilarang Beroperasi
Mellyna Putri DiniarRabu, 9 September 2026 | 00.35 WIB
Teknisi memeriksa sistem pendingin imersi pada fasilitas penambangan kripto (Tom's Hardware)

 

JawaPos.com - Sebuah pusat data penambangan Bitcoin di El Reno, Oklahoma, Amerika Serikat (AS), disegel setelah kebocoran saluran air membuang sedikitnya 3 juta galon air dan mengganggu aktivitas masyarakat. 

Kebocoran tersebut bahkan memaksa sekolah, sejumlah bisnis, serta kantor pemerintah kota dan daerah ditutup sementara. Fasilitas yang dioperasikan Athlon Blockchain LLC itu menjadi sorotan bukan hanya karena besarnya volume air yang terbuang, tetapi juga karena riwayat kepatuhannya. 

Dilansir dari Tom’s Hardware, Selasa (8/9/2026), Pemerintah Kota El Reno menerbitkan perintah penghentian pekerjaan setelah menemukan "sejumlah pelanggaran aturan keselamatan kebakaran dan keselamatan jiwa, serta berakhirnya izin bangunan dan kelistrikan yang sebelumnya diterbitkan." Fasilitas itu semestinya menghentikan operasinya sampai seluruh persoalan keselamatan dan perizinan dipenuhi.

Baca Juga: Kepemimpinan 18 Tahun Berakhir, Adobe Ganti CEO di Tengah Tekanan AI dan Perubahan Industri Kreatif

Namun, laporan media lokal menunjukkan operasi kemungkinan tetap berlanjut. Pemerintah kota menyebut pemilik properti diberi waktu hingga akhir 2023 untuk memenuhi ketentuan keselamatan dan memperoleh izin baru. Fasilitas tersebut kemudian diduga dibangun dan mulai beroperasi tanpa konsultasi lanjutan dengan pemerintah kota. Penggunaan kontainer pengiriman sebagai tempat pusat data juga diduga membuat aktivitas tersebut lebih sulit diawasi.

Kebocoran berasal dari saluran air pribadi yang terhubung dengan hidran pemadam kebakaran di properti tersebut. Laporan KOSU menyebut sekitar 3 juta galon air bocor, sementara pejabat El Reno kemudian memperkirakan jumlahnya mencapai sekitar 3,8 juta galon. Tekanan air di wilayah kota turun drastis sehingga layanan air terganggu dan sekolah terpaksa membatalkan kegiatan belajar untuk menjaga keselamatan siswa.

Dampaknya memperlihatkan bagaimana lemahnya pengawasan terhadap satu fasilitas dapat menjalar ke layanan publik. Pemerintah kota kemudian menyatakan akan meninjau kembali prosedur internal untuk memastikan perintah penghentian pekerjaan diperiksa secara berkala.

Manajer Kota El Reno sementara, Ken Brown, mengakui adanya kelalaian tersebut. "Kami gagal dalam hal itu dan sekarang ada beberapa hal yang sedang kami perbaiki," kata Brown, seperti dikutip The Oklahoman.

Setelah kebocoran ditemukan, properti Athlon dinyatakan tidak layak digunakan dan dikategorikan sebagai gangguan bagi kepentingan umum. Pemerintah kota juga menegaskan fasilitas tersebut tidak boleh kembali beroperasi sebelum seluruh pelanggaran ditangani. Sidang administratif terkait properti itu dijadwalkan berlangsung pada 14 September.

Di sisi lain, Pemerintah Kota El Reno memastikan biaya akibat kebocoran tidak akan dibebankan kepada warga. Wali Kota Steve Jensen mengatakan, "Air tersebut melewati meteran, sehingga kami akan menagihkan biaya itu kepada pemilik properti. Biaya terkait kerja lembur juga akan kami tagihkan kepada mereka."

Pemerintah kota tengah menyiapkan langkah hukum untuk menagih seluruh biaya dan pengeluaran terkait kebocoran, termasuk sumber daya kota yang digunakan untuk menemukan dan menangani insiden tersebut.

Baca Juga: Mark Zuckerberg Tolak Proposal Regulator AI Nasional dalam Pembicaraan Pribadi dengan Donald Trump

Insiden ini juga memperkuat perdebatan global mengenai kebutuhan air industri pusat data. Kekhawatiran meningkat ketika sejumlah wilayah di belahan Bumi Utara menghadapi kondisi kekeringan selama musim panas. 

Dalam konteks tersebut, kasus El Reno bukan sekadar persoalan penambangan Bitcoin, melainkan contoh bagaimana ekspansi infrastruktur digital dapat berhadapan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat ketika pengawasan dan kepatuhan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

EDITOR: Candra Mega Sari