JawaPos.com — Arus minyak melalui Selat Hormuz rata-rata mencapai lebih dari 9 juta barel per hari di tengah konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan arus tersebut, ditambah minyak yang dikirim melalui jalur pipa yang menghindari selat, telah mencapai sekitar dua pertiga atau lebih dari tingkat sebelum konflik.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk menuju pasar internasional. Perubahan arus di jalur ini menjadi indikator penting bagi kondisi perdagangan energi global karena sebagian minyak masih dapat dialihkan melalui jaringan pipa yang tidak melewati selat.
Dilansir dari Iran International, Senin (7/9/2026), Wright mengatakan, “Transit kami melalui selat tersebut sekarang rata-rata mencapai lebih dari 9 juta barel per hari, dan dengan jalur pipa yang melewati sekitar selat, kemungkinan totalnya sudah mencapai dua pertiga atau lebih dari arus sebelum konflik,” kata Wright kepada CNN.
Menurut Wright, jalur pipa tersebut memungkinkan tambahan volume minyak tetap bergerak tanpa melalui Selat Hormuz. Dengan memperhitungkan jalur alternatif itu, total aliran minyak dari kawasan tersebut berada pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan jika hanya menghitung lalu lintas melalui selat.
Wright juga menyoroti peran Angkatan Laut AS dalam menjaga pergerakan kapal di kawasan tersebut. “Jadi, Iran masih menimbulkan masalah, tetapi Angkatan Laut Amerika Serikat memenangkan pertempuran itu,” ujarnya. Pernyataan tersebut menggambarkan penilaian Washington bahwa gangguan terhadap lalu lintas minyak masih terjadi, tetapi belum menghentikan aliran energi melalui kawasan tersebut.
Pernyataan Wright menempatkan Selat Hormuz sebagai salah satu titik penting dalam dinamika energi global selama konflik AS-Iran. Selain jalur laut, keberadaan jaringan pipa yang menghindari selat memberikan alternatif bagi pengiriman minyak. Bagi pasar internasional, kemampuan mempertahankan arus melalui kedua jalur tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan pasokan energi dari kawasan Teluk.