JawaPos.com - Seorang pria yang menjadi korban penculikan nekat melompat dari jendela lantai satu untuk melarikan diri. Saat berlari ke jalan, ia justru berpapasan dengan mobil polisi yang kebetulan masuk ke kawasan tersebut.
Momen dramatis itu terekam kamera CCTV. Korban terlihat melompat ke sebuah pohon, turun ke tanah, lalu berlari sekuat tenaga menuju jalan. Begitu melihat mobil polisi, ia langsung menghampirinya sambil berteriak, “Let me in, let me in”.
Polisi Lincolnshire, Inggris, mengatakan kedatangan mobil patroli pada saat itu mungkin telah menyelamatkan nyawa korban.
Baca Juga: Dari Kulit Ikan hingga Rendang Instan, Tiga Usaha Anak Muda Raih J&T Super Seller 2026
Detektif Constable Liam Henderson yang memimpin penyelidikan menyebut pelarian tersebut sebagai momen ketika korban "benar-benar mempertaruhkan segalanya demi meloloskan diri dari mereka yang menyekapnya".
Bagi polisi, keberanian korban untuk mengambil kesempatan sekecil apa pun menjadi penentu. Sebab sebelum berhasil kabur, ia telah mengalami penyiksaan dan intimidasi selama berjam-jam.
Disekap Setelah Dibujuk Datang ke Sebuah Rumah
Peristiwa itu terjadi pada 4 Juli 2025. Korban dibujuk datang ke sebuah alamat di Market Rasen, Lincolnshire. Namun, setelah tiba di lokasi, situasinya berubah.
Ia ternyata tidak diperbolehkan pergi.
Baca Juga: Jadi Tersangka, Begini Tampang Pembunuh Mozza Axillia Gunarsa yang Hilang Setahun
Di rumah tersebut terdapat Brad’Lee Ranyard, Nathan Gladwell, Jackson Nicholson, Craig Ranyard dan Danielle Thompson. Menurut kepolisian, korban kemudian mengalami kekerasan secara berulang.
Ia dipukul, diancam, dipermalukan dan disiksa. Para pelaku bahkan merekam perlakuan tersebut menggunakan telepon seluler mereka dan menertawakan korban.
Penyiksaan itu berlangsung hingga keesokan harinya.
Pada pagi 5 Juli, korban dipaksa masuk ke sebuah mobil pikap Isuzu. Ia kemudian dibawa melalui jalan-jalan kecil menuju sebuah properti di Lincoln.
Sekitar pukul 07.30, ia tiba di lokasi tersebut dan kembali ditahan.
Empat jam kemudian, kesempatan yang selama ini ditunggu akhirnya muncul.
Baca Juga: Laba BMW Global Merosot Hampir 40 Persen pada Paro Pertama 2026, Berencana Pangkas 8 Ribu Pekerja
Melompat dari Jendela dan Berlari ke Jalan
Pada pukul 11.23, korban berhasil keluar dari jendela lantai satu.
Rekaman CCTV memperlihatkan bagaimana ia melompat ke sebuah pohon sebelum mencapai tanah. Tanpa membuang waktu, ia kemudian berlari menuju jalan.
Pada saat yang hampir bersamaan, sebuah mobil polisi memasuki jalan tersebut.
Korban langsung menuju kendaraan itu dan meminta pertolongan.
“Let me in, let me in,” teriaknya.
Petugas di dalam mobil segera memahami bahwa pria tersebut sedang melarikan diri dari situasi berbahaya. Korban kemudian dibawa ke tempat aman.
Henderson mengatakan apa yang dialami korban merupakan sebuah pengalaman yang sangat mengerikan.
"Ini adalah cobaan berat yang berkepanjangan dan sangat menyedihkan, di mana seorang pria menjadi sasaran kekerasan, ancaman, dan penghinaan di tangan orang-orang yang tampaknya merasa terhibur atas penderitaannya," katanya dikutip via Guardian.
Baca Juga: Duel Match Masih Hidup! Duta Imbangi Pecatur Vietnam 1-1
Menurutnya, korban menunjukkan keberanian luar biasa ketika akhirnya melihat kesempatan untuk melarikan diri.
Korban menunjukkan keberanian luar biasa dalam memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri.”
Namun, ada satu faktor yang tidak bisa direncanakan dalam pelarian tersebut: mobil polisi yang kebetulan berada di jalan.
"Merupakan sebuah kebetulan murni bahwa sebuah mobil polisi memasuki jalan itu. Momen tersebut mengubah jalannya peristiwa dan memungkinkan para petugas membawanya ke tempat yang aman saat ia sangat membutuhkan pertolongan," kata Henderson.
Lima orang Dihukum Karena Penculikan dan Penyekapan
Perkara tersebut kemudian disidangkan di Lincoln Crown Court. Lima orang yang terlibat telah dijatuhi hukuman penjara.
Brad’Lee Ranyard, 20, dan Jackson Nicholson, 25, masing-masing dihukum sembilan tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas penculikan dan penyekapan.
Craig Ranyard, 42, mendapat hukuman lima tahun tiga bulan setelah dinyatakan bersalah atas penyekapan.
Sementara Danielle Thompson, 38, dijatuhi hukuman empat tahun sembilan bulan atas tindak pidana yang sama.
Nathan Gladwell, 36, mendapat hukuman tiga tahun tujuh bulan setelah dinyatakan bersalah atas penyekapan.
Baca Juga: Hadapi Borneo FC, Shin Tae-yong Tak Gugup Jelang Laga Pertama bersama Persija Jakarta
Polisi mengatakan korban telah memberikan izin agar rekaman pelariannya, termasuk bagian yang memperlihatkan penangkapan para pelaku, dipublikasikan.
Bagi Henderson, kejadian tersebut juga menjadi pengingat bahwa korban yang berada dalam situasi berbahaya tetap harus berusaha mencari pertolongan.
"Kami sering mendengar kekhawatiran bahwa para korban mungkin merasa sendirian atau bantuan tidak datang saat dibutuhkan. Kasus ini menjadi pengingat yang kuat bahwa ketika seseorang meminta bantuan, kami akan melakukan segala cara untuk melindungi mereka dan menyeret pihak yang bertanggung jawab ke hadapan hukum," tandas Henderson.