JawaPos.com – Sekutu Amerika Serikat di Asia meningkatkan kewaspadaan setelah Washington memindahkan sejumlah aset militernya ke Timur Tengah untuk mendukung perang melawan Iran.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Senin (24/8), Kekhawatiran muncul setelah kapal induk USS George Washington dipindahkan dari Jepang ke Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln yang telah bertugas selama sembilan bulan.
Sejumlah analis menilai pengurangan aset militer Amerika Serikat di kawasan tersebut dapat melemahkan proyeksi kekuatan Washington dan kemampuan pencegahan terhadap Tiongkok.
Pemindahan kapal induk tersebut juga terjadi setelah laporan mengenai penarikan sebagian sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) dari Korea Selatan serta berkurangnya persediaan rudal dan amunisi Amerika Serikat.
Analis International Crisis Group William Yang mengatakan perkembangan tersebut dapat memengaruhi efektivitas pencegahan regional yang dipimpin Amerika Serikat terhadap Tiongkok, terutama ketika aktivitas militer dan penjaga pantai Tiongkok di sekitar Taiwan semakin meningkat.
Kekhawatiran serupa disampaikan ilmuwan politik Universitas Nasional Singapura Ja Ian Chong yang menilai sekutu Amerika Serikat mungkin khawatir Tiongkok akan semakin berani menguji dan menekan negara-negara di kawasan.
Meski demikian, para ahli menilai pemindahan USS George Washington belum menunjukkan pelepasan strategis Amerika Serikat dari Asia dalam jangka panjang karena sebagian besar pasukan Amerika Serikat tetap berada di kawasan tersebut.
Sekitar 375.000 personel militer dan sipil Amerika Serikat masih ditugaskan di bawah Komando Indo-Pasifik AS, termasuk puluhan ribu personel yang ditempatkan di Jepang dan Korea Selatan.
Para sekutu Amerika Serikat di Asia pun terus meningkatkan kemampuan pertahanan dan kerja sama keamanan mereka, sementara sejumlah analis memperkirakan perhatian Washington terhadap Tiongkok tetap menjadi prioritas meskipun perang melawan Iran masih berlangsung.
***