← Beranda
Iran Laporkan Kehilangan 100 Pesawat Selama Perang dengan AS, Penerbangan Dipastikan Tetap Berjalan
Rian AlfiantoSelasa, 18 Agustus 2026 | 05.02 WIB
Ilustrasi pesawat tempur F-5 Iran. (Aznews TV).

 

JawaPos.com - Iran mencatat dan melaporkan total kehilangan sekitar 100 pesawat selama perang dengan Amerika Serikat (AS). Meski demikian, Iran memastikan layanan penerbangan, kereta api, jalan raya, dan pelabuhan tetap diupayakan berjalan untuk menjaga mobilitas masyarakat serta distribusi barang kebutuhan pokok.

Menteri Jalan dan Pembangunan Perkotaan Iran Farzaneh Sadeq mengatakan serangan selama perang tidak hanya menyasar infrastruktur bandara. Fasilitas listrik dan air hingga ketahanan masyarakat Iran turut menjadi sasaran.

Berbicara dalam konferensi pers pada Senin, Sadeq mengatakan kementeriannya langsung berupaya memulihkan infrastruktur yang mengalami kerusakan agar fasilitas tersebut dapat kembali beroperasi secepat mungkin.

"Selama perang, kami kehilangan 100 pesawat," kata Sadeq dikutip dari Tasnim.

Meski kehilangan puluhan pesawat, Iran tetap menjalankan penerbangan untuk ibadah haji selama konflik. Menurut Sadeq, Iran Air mengoperasikan penerbangan haji dengan menggunakan delapan pesawat di tengah situasi perang.

Transportasi Tetap Berjalan di Tengah Serangan

Dampak perang juga dirasakan pada sektor transportasi darat dan laut. Namun, pemerintah Iran berupaya mempertahankan layanan kereta api, jalan raya, dan pelabuhan agar arus penumpang maupun barang tidak terhenti.

Sadeq mengatakan langkah tersebut ditujukan untuk memastikan transportasi penumpang dan kargo tetap berlangsung, sekaligus mempercepat distribusi barang-barang penting dan kebutuhan dasar ke berbagai wilayah Iran.

Upaya mempertahankan jaringan transportasi menjadi penting karena kerusakan infrastruktur dalam perang tidak hanya berpengaruh pada mobilitas warga, tetapi juga dapat mengganggu pasokan kebutuhan sehari-hari.

Ratusan Kota Iran Disebut Menjadi Sasaran
Sadeq juga mengungkapkan skala kerusakan yang terjadi akibat serangan. Ia mengatakan Amerika Serikat dan Israel menyerang sekitar 400 kota yang tersebar di 25 provinsi Iran.

Menurut dia, sekitar 100.000 unit bangunan komersial dan hunian mengalami kerusakan dalam perang kedua dan ketiga yang disebutnya sebagai agresi terhadap Iran.

Baca Juga: Iran Tawarkan Rp 5 Miliar untuk Tangkap atau Bunuh Tentara AS, Perempuan Dijanjikan Hadiah Dua Kali

Kerusakan tersebut membuat pemulihan infrastruktur menjadi salah satu tantangan utama pemerintah Iran. Selain memperbaiki fasilitas transportasi, pemerintah juga harus memastikan fasilitas dasar seperti listrik dan air dapat kembali berfungsi.

Pernyataan Sadeq menggambarkan dampak perang yang jauh melampaui kerusakan fasilitas militer. Infrastruktur sipil, transportasi, distribusi barang, hingga aktivitas masyarakat ikut terdampak, sementara pemerintah berupaya mempertahankan layanan publik di tengah tekanan konflik.

 

EDITOR: Kuswandi