← Beranda
Total Korban Gempa Kolombia Tembus 265 Jiwa, Hampir 500 Lainnya Masih Hilang
Rian AlfiantoKamis, 13 Agustus 2026 | 18.13 WIB
Gempa berkekuatan 7,4 skala Richter di Kolombia menyebabkan 265 orang tewas dan hampir 3.500 orang terluka. (Reuters)

JawaPos.com - Korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8) lalu dilaporkan telah mencapai 265 orang. Selain itu, sebanyak 3.494 orang terluka, sementara hampir 500 lainnya masih dinyatakan hilang.

Besarnya dampak bencana membuat pemerintah Kolombia menetapkan tiga hari masa berkabung nasional untuk menghormati para korban. Bendera nasional dikibarkan setengah tiang di seluruh gedung pemerintahan dan misi diplomatik Kolombia.

Presiden Abelardo De La Espriella mengatakan pencarian korban hilang menjadi prioritas utama pemerintah.

Baca Juga: Kuil Yasukuni Tokyo Perketat Aturan, Cosplay dan Pakaian Militer Dilarang

"Upaya kami difokuskan pada yang hilang," kata De La Espriella dinukil via TRT World.

Gempa terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat gempa berada di dekat San Jose del Palmar, Choco. Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo tersebut terjadi pada kedalaman 107 kilometer dan menjadi gempa paling mematikan yang melanda Kolombia pada abad ini.

Operasi pencarian dan penyelamatan juga terus dilakukan sepanjang waktu di sejumlah kota, termasuk Pereira dan Cali. Tim darurat mengerahkan alat berat, anjing pelacak, hingga rantai manusia untuk mencari korban yang kemungkinan masih tertimbun.

Berdasarkan penilaian kerusakan yang dirilis National Unit for Disaster Risk Management (UNGRD), gempa tersebut menghancurkan 9.215 rumah dan merusak 45.457 rumah lainnya.

Baca Juga: Perda RPPLH Disahkan, Pembangunan di Jakarta Tak Boleh Lagi Rusak Lingkungan

Besarnya kerusakan membuat pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk mempercepat penanganan dampak gempa.
Wilayah pedesaan di sekitar episentrum menjadi salah satu daerah dengan kerusakan terparah.

Di El Cairo, Valle del Cauca, posko darurat setempat melaporkan sekitar 80 persen infrastruktur perkotaan mengalami kerusakan.

Sekitar 10 persen bangunan di wilayah tersebut bahkan dilaporkan runtuh sepenuhnya.

Selain itu, di tengah pencarian ratusan orang yang masih hilang, pemerintah Kolombia akan memprioritaskan pengerahan tim penyelamat teknis dari empat negara mitra, yakni Amerika Serikat, Israel, Ekuador dan El Salvador.

Direktur UNGRD David Santiago Tamayo mengatakan keputusan tersebut dibuat berdasarkan kriteria operasional tertentu.
Kebijakan itu kemudian menuai kritik dari mantan Presiden Kolombia Gustavo Petro.

Ia mempertanyakan pendekatan pemerintah dalam menentukan bantuan internasional yang dapat digunakan.

Baca Juga: Rizky Maulana Resmi Jadi Kiper Persis Solo, Siap Bantu Laskar Sambernyawa Kejar Promosi

"Adalah kesalahan untuk menerapkan filter ideologis terhadap bantuan internasional," tulis Petro di X.

Pemerintah Kolombia kemudian menegaskan bahwa negara tersebut tidak secara resmi menolak bantuan dari negara mana pun.

Di tengah perdebatan mengenai bantuan internasional, tim penyelamat dari Meksiko juga ikut bergabung dalam operasi pencarian.

Brigada Internacional de Rescate Topos Azteca tiba di Cali pada Rabu (12/8) untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa.

Baca Juga: PT DKI Jakarta Tunda Pembacaan Vonis Banding Ibrahim Arief, Sidang Digelar 31 Agustus Mendatang

Kedatangan tim tersebut menambah dukungan bagi petugas lokal yang masih bekerja di sejumlah titik terdampak.

EDITOR: Bintang Pradewo