JawaPos.com – Harga minyak mentah kembali melonjak setelah harapan pembukaan kembali Selat Hormuz memudar akibat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Rabu (12/8), Harga minyak mentah Brent berjangka naik 3,3 persen menjadi USD 84,64 atau sekitar Rp1,39 juta per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) meningkat 3,1 persen menjadi USD 80,63 atau sekitar Rp1,32 juta per barel.
Kenaikan tersebut terjadi setelah kedua tolok ukur harga minyak sebelumnya merosot sekitar tujuh persen akibat harapan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali jalur strategis tersebut.
Kenaikan harga minyak turut mendorong saham perusahaan energi di pasar Amerika Serikat pada awal pekan perdagangan. Saham ExxonMobil naik 2,9 persen, Chevron meningkat 3,1 persen, BP bertambah 2,1 persen, Shell naik 1,2 persen.
Sedangkan ConocoPhillips menguat 2,7 persen. Pergerakan tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian investor terhadap potensi gangguan pasokan energi apabila penutupan Selat Hormuz terus berlangsung.
Di sisi lain, harga bensin rata-rata di Amerika Serikat sempat turun sembilan sen menjadi USD 4 atau sekitar Rp65.600 per galon atau sekitar Rp17.350 per liter.
Namun, analis memperingatkan bahwa harga bahan bakar dapat kembali meningkat dengan cepat apabila Selat Hormuz tetap tertutup dan ketegangan geopolitik tidak segera mereda.
Patrick De Haan dari GasBuddy bahkan memperingatkan bahwa harga rata-rata nasional dapat mencapai rekor tertinggi pada akhir tahun apabila kondisi memburuk.