JawaPos.com - Eks anggota parlemen Thailand Chalong Reawraeng, diduga menembak pejabat senior pemerintahan daerah Nonthaburi, Thongchai Yenprasert, hingga tewas.
Yang membuat kasus ini menjadi sorotan luas, Chalong kemudian menelepon seorang komentator politik yang sedang melakukan siaran langsung YouTube dan mengaku telah menembak korban.
Penembakan sendiri dilaporkan terjadi pada Senin (10/8) waktu setempat di luar kantor pemerintahan daerah Nonthaburi, wilayah yang berbatasan langsung dengan Bangkok.
Selain Thongchai, pengemudinya juga terkena tembakan dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Baca Juga: PM Thailand Soroti Peluang Baru Hubungan Ekonomi dengan Indonesia, dari Pangan hingga Energi
Kepolisian Nonthaburi menyatakan Thongchai tertembak di bagian leher dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.
Sementara itu, pengemudinya mengalami luka tembak di bagian lengan dan tangan.
Dilansir dari BBC, komandan Kepolisian Nonthaburi Mayor Jenderal Dejrapee Kongdee mengatakan terdapat dua orang yang terluka dalam insiden tersebut dan telah dibawa ke rumah sakit.
"Ada dua orang yang terluka, yang telah dikirim ke rumah sakit untuk perawatan," kata Dejrapee.
Sebelum ditangkap polisi, Chalong dilaporkan menghubungi komentator politik Anchalee Paireerak yang tengah melakukan livestream di YouTube.
Baca Juga: Bawa 1,3 Ton Narkoba dari Teluk Thailand, KRI Kerambit-627 Cegat Kapal MV. King Sun di Kepri
Dalam rekaman siaran tersebut, Anchalee terlihat mengangkat telepon di tengah programnya.
Ia awalnya berbicara seperti biasa sebelum menyadari bahwa penelepon menyampaikan kabar serius.
Penonton tidak dapat mendengar seluruh percakapan, tetapi perubahan ekspresi Anchalee menunjukkan keterkejutannya.
"Apakah dia mati? Apakah dia mati? Kamu menembaknya di kepala? Kamu harus menunggu polisi di sana," kata Anchalee dalam siaran tersebut.
Ia kemudian meminta penelepon tetap berada di lokasi dan tidak pergi sebelum polisi datang. Chalong pun akhirnya ditangkap.
Baca Juga: Bawa 1,3 Ton Ketamine HCL di Kapal MV King Sun di Pulau Bintan, 8 ABK Diamankan
Namun, dalam perkembangan yang tidak biasa, mantan anggota parlemen itu kemudian diperbolehkan memberikan keterangan kepada wartawan di kantor polisi untuk menjelaskan versinya mengenai penembakan.
Mengaku Tidak Berniat Menembak
Dalam keterangannya, Chalong mengatakan dirinya tidak berniat menembak Thongchai. Ia bahkan menyebut pejabat tersebut sebagai teman baik.
Chalong mengklaim Thongchai sedang marah kepadanya. Ia mengatakan telah meminta berbicara dengan korban, tetapi permintaan tersebut ditolak.
Menurut Chalong, Thongchai kemudian mendorongnya dan mengatakan tidak ingin berbicara.
"Dia (Thongchai) kemudian mendorongku, berkata 'Aku tidak mau bicara, aku tidak mau bicara."
Baca Juga: Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem, 2 Orang Luka
Chalong mengaku kemudian mengikuti Thongchai menuju mobil. Ia mengatakan senjata baru dikeluarkan setelah terjadi ketegangan dengan pengemudi korban.
"Ketika aku mengeluarkan pistolnya, aku tidak berniat menembaknya. Tapi kemudian (sopir Thongchai) mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke arahku, jadi aku melepaskan tembakan," ucapnya.
Pernyataan tersebut merupakan versi Chalong mengenai kejadian. Polisi masih menangani kasus tersebut untuk menentukan secara pasti rangkaian peristiwa dan motif penembakan.
Laporan juga menyebut kalau Thongchai merupakan pensiunan kolonel polisi sekaligus presiden Nonthaburi Provincial Administrative Organization (PAO).
Itu adalah embaga pemerintahan daerah yang menangani berbagai urusan administratif di tingkat provinsi.
Baca Juga: Bendera Nazi Ditemukan di Rumah Remaja 14 Tahun Pelaku Penembakan Maut Thailand
Kasus ini diduga berkaitan dengan perselisihan pribadi antara Chalong dan Thongchai.
Namun, alasan pasti yang memicu pertemuan keduanya hingga berujung penembakan belum dijelaskan secara lengkap.