← Beranda
Iran Tetapkan 6 Syarat untuk Buka Selat Hormuz, AS Diminta Hentikan Agresi
Rian AlfiantoSenin, 10 Agustus 2026 | 03.36 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz memanas dan terjadi saling serang antara Iran dan AS. (Guardian)

JawaPos.com - Iran menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama Amerika Serikat belum mengubah kebijakannya terhadap Iran.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Zolqadr, menyebut Teheran telah menetapkan enam syarat yang harus dipenuhi Washington sebelum akses strategis tersebut dibuka.

Dalam pesan yang dirilis pada Sabtu, Zolqadr mengatakan perubahan sikap Amerika menjadi prasyarat utama bagi pembukaan kembali Selat Hormuz.

Baca Juga: Digugat Rp 25 Miliar Soal Kasus Ruko Ngagel, Wawali Surabaya Cak Ji: Mending Uangnya Buat Aspal Jala

"Sampai Amerika memperbaiki perilakunya, Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali," jelas Zolqadr dilansir dari Tasnim News.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa posisi Iran terhadap Selat Hormuz tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan pelayaran, tetapi juga dikaitkan langsung dengan tuntutan politik dan militer terhadap Amerika Serikat.

Enam tuntutan Iran kepada AS

Zolqadr kemudian merinci enam hal yang menurut Iran harus dilakukan Amerika Serikat. Pertama, Washington diminta berhenti mengancam Iran serta tidak lagi menghina hal-hal yang dianggap suci oleh rakyat Iran.

"Tidak pernah, dan dalam bahasa apa pun, mengancam Iran atau menghina kesucian bangsa ini," lanjut Zolqadr.

Kedua, Iran menuntut Amerika mengakhiri secara permanen perang dan agresi terhadap Iran serta sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman dan Irak.

"Hentikan perang dan agresi secara permanen terhadap Iran dan sekutu Iran di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak."

Syarat ketiga berkaitan langsung dengan keberadaan militer Amerika di sekitar Iran. Teheran meminta blokade laut dihentikan dan seluruh kekuatan militer Amerika, baik angkatan laut maupun udara, ditarik dari sekitar wilayah Iran.

"Angkat blokade laut dan tarik pasukan militernya (angkatan laut dan udara) dari sekitar Iran," demikian syarat berikutnya.

Iran juga menuntut Amerika membayar penuh kerugian yang disebut Zolqadr muncul akibat dua perang dan agresi yang telah dilakukan terhadap Iran.

"Bayar penuh, tanpa pengurangan apa pun, kerusakan yang disebabkan oleh dua perang agresi dan pemaksaan terhadap Iran."

Tuntutan kelima adalah pencabutan seluruh sanksi yang disebut Iran tidak adil dan ilegal terhadap rakyatnya.

"Angkat sanksi yang tidak adil dan ilegal terhadap bangsa Iran," tegas Zolqadr.

Terakhir, Washington diminta membebaskan tanpa syarat aset-aset rakyat Iran yang menurut Teheran telah diblokir dan diambil.

"Lepaskan aset-aset rakyat Iran yang diblokir dan dicuri tanpa syarat," tandasnya.

Selain itu, Zolqadr mengatakan enam tuntutan tersebut bukan sekadar posisi pemerintah, melainkan tuntutan yang menurutnya telah disuarakan rakyat Iran selama 160 hari.

Ia menyebut rakyat Iran terus menunjukkan sikap tersebut melalui keberadaan mereka 'di medan perang dan di jalanan'.

Dengan demikian, Teheran menempatkan pembukaan Selat Hormuz sebagai bagian dari tuntutan yang lebih luas terhadap perubahan kebijakan Washington

Iran tidak hanya meminta penghentian konflik, tetapi juga penarikan pasukan Amerika, pencabutan sanksi, pembayaran kompensasi serta pelepasan aset Iran.

Zolqadr juga menegaskan bahwa Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran tidak akan mengubah posisinya, baik ketika menghadapi perang maupun ketika menjalani perundingan.

"Dewan Keamanan Nasional Tertinggi tidak akan pernah mundur, baik dalam perang maupun negosiasi," ia menggarisbawahi.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Iran ingin mempertahankan tekanan terhadap Amerika Serikat di dua jalur sekaligus: militer dan diplomasi.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Karena menjadi salah satu jalur utama lalu lintas energi dunia, setiap pembatasan terhadap pelayaran di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan dampak lebih luas terhadap perdagangan dan pasar energi global.

Dalam konteks ini, syarat yang disampaikan Zolqadr membuat persoalan pembukaan Selat Hormuz tidak sekadar menjadi isu pelayaran.

Bagi Iran, pembukaan jalur tersebut dikaitkan dengan tercapainya perubahan mendasar dalam hubungan dengan Amerika Serikat.

Kalau mau, saya juga bisa membuat versi yang lebih tajam untuk Google Discover dengan judul yang lebih kuat, tetapi tetap aman secara jurnalistik.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah