← Beranda
Sistem Air Minum di 12 Negara Bagian AS Diduga Diretas Hacker Pro-Iran
Rian AlfiantoSabtu, 8 Agustus 2026 | 03.43 WIB
Ilustrasi aktivitas peretasan siber melalui komputer. (The Guardian)

JawaPos.com - Sistem penyediaan air minum dan pengolahan limbah di Amerika Serikat (AS) menjadi sasaran serangan siber. Otoritas menduga aksi ini melibatkan kelompok peretas yang didukung Iran.

Insiden ini dilaporkan telah berdampak pada hingga 12 negara bagian, memicu gangguan operasional pada sejumlah fasilitas penting, dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur kritis AS.

Mengutip laporan CBS News yang mengacu pada sejumlah sumber, penyidik federal menduga serangan tersebut berkaitan dengan hacker yang didukung Iran.

Meski demikian, hingga kini pemerintah AS belum mengeluarkan atribusi resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Baca Juga: 2 Pengunggah Konten Prabowo soal Nuklir Iran Ditangkap, Istana: Tanyakan ke Polisi

Sebelumnya, pada Juli lalu, Biro Investigasi Federal (FBI), Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), dan Badan Keamanan Siber serta Infrastruktur (CISA) telah mengeluarkan peringatan bersama.

Itu setelah mereka menemukan sistem daring milik fasilitas air bersih dan air limbah di sedikitnya tujuh negara bagian berhasil diakses dari jarak jauh oleh pihak tidak berwenang.

Dalam peringatannya, ketiga lembaga tersebut menyebut akses ilegal itu "mengakibatkan hilangnya fungsi pemantauan dan kontrol", atau mengakibatkan hilangnya kemampuan pemantauan dan pengendalian sistem.

Laporan terpisah dari ABC News yang juga mengutip sumber internal menyebut Iran menjadi tersangka utama dalam rangkaian serangan siber tersebut.

Para pelaku diduga mampu melumpuhkan kemampuan operator utilitas untuk memantau kondisi sistem dengan cara mengubah kata sandi hingga menonaktifkan alarm keamanan.

Baca Juga: Rencana Rahasia Gulingkan Pemerintah Iran Berujung Gagal, Mossad Pecat 2 Pejabat Seniornya 

Akibatnya, sejumlah operator kehilangan kendali jarak jauh terhadap infrastruktur penting sehingga harus mengoperasikan fasilitas secara manual demi menjaga pasokan air tetap berjalan.

Dalam beberapa kasus, peretas dilaporkan berhasil memperoleh akses ke pompa, katup, serta sistem pengatur tekanan air.

Kondisi ini berpotensi mengganggu distribusi air bersih di negara-negara bagian tersebut apabila tidak segera ditangani.

Menurut laporan itu, lebih dari 30 sistem penyediaan air masyarakat di negara bagian Minnesota terdampak oleh serangan siber.

Selain Minnesota, insiden serupa juga dilaporkan terjadi di Michigan, Georgia, New Jersey, South Dakota, dan sejumlah negara bagian lainnya.

Baca Juga: Iran dan Proksi Diduga Siapkan Serangan ke Arab Saudi, Targetkan Fasilitas Energi hingga Bandara

Salah satu dampak nyata terjadi di Clayton County Water Authority, negara bagian Georgia.

Pejabat lembaga tersebut mengatakan kepada CBS News bahwa aktivitas siber pada bulan lalu menyebabkan tekanan air menurun.

Akibatnya, otoritas terpaksa mengeluarkan imbauan kepada warga untuk merebus air sebelum digunakan sebagai langkah pencegahan.

Meski dugaan keterlibatan kelompok peretas yang didukung Iran semakin menguat berdasarkan hasil penyelidikan awal, pemerintah AS masih belum memberikan pernyataan resmi mengenai identitas pelaku.

Penyelidikan terus berlangsung untuk memastikan sumber serangan sekaligus mengevaluasi tingkat kerusakan yang ditimbulkan terhadap infrastruktur air di berbagai wilayah.

Baca Juga: Trump Tuding Perusahaan Minyak AS Raup Untung Berlebih dari Gejolak Perang Iran

EDITOR: Bayu Putra