JawaPos.com - Laporan intelijen terbaru mengungkap adanya indikasi kuat bahwa Iran bersama kelompok-kelompok proksinya tengah mempersiapkan serangan terhadap Arab Saudi. Ancaman tersebut disebut menyasar berbagai fasilitas strategis, mulai dari infrastruktur energi, bandara, pelabuhan, hingga fasilitas sipil lainnya.
Informasi itu disampaikan seorang sumber senior Arab Saudi kepada Al Arabiya English pada Kamis (6/8) waktu setempat. Menurutnya, pemerintah Saudi telah menerima sejumlah laporan intelijen yang dinilai kredibel mengenai adanya koordinasi antara kelompok Houthi di Yaman, milisi bersenjata di Irak, dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC).
"Ada "intelijen yang kredibel" yang menunjukkan proksi yang didukung Iran dan IRGC sedang bersiap untuk menyerang Arab Saudi," kata sumber senior tersebut.
Sumber tersebut, dikutip via Al-Arabiya, menambahkan terdapat 'multiple credible intelligence reports' yang menunjukkan adanya koordinasi antarkelompok tersebut untuk mempersiapkan serangan terhadap wilayah Arab Saudi.
Baca Juga: 4 Korban KMP Mutiara Sentosa II Belum Ditemukan, Basarnas Buka Peluang Pencarian Kembali
Ancaman itu dinilai semakin mengkhawatirkan karena muncul di tengah upaya Riyadh mendorong deeskalasi konflik kawasan. Menurut sumber tersebut, berbagai jalur diplomasi dan negosiasi saat ini justru menunjukkan perkembangan yang positif.
Meski demikian, pemerintah Arab Saudi menegaskan tidak akan tinggal diam apabila ancaman itu benar-benar diwujudkan.
"Arab Saudi tidak akan ragu untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menanggapi setiap agresi," ujar sumber tersebut.
Dugaan Serangan Bisa Terjadi dalam Waktu Dekat
Peringatan itu muncul tidak lama setelah sejumlah sumber di Irak mengungkap informasi mengenai rencana kelompok-kelompok bersenjata untuk melancarkan serangan menggunakan drone ke negara-negara tetangga dalam waktu 48 jam.
Meski tidak menyebut secara spesifik negara sasaran, laporan tersebut memperkuat kekhawatiran mengenai meningkatnya aktivitas militer kelompok-kelompok yang didukung Iran di kawasan Timur Tengah.
Menurut sumber Saudi, sasaran potensial tidak hanya berupa instalasi militer, tetapi juga infrastruktur vital yang menopang aktivitas ekonomi dan layanan publik.
Fasilitas energi, bandara internasional, pelabuhan, hingga berbagai infrastruktur penting lainnya disebut berpotensi menjadi target apabila serangan benar-benar dilancarkan.
Intelijen Pantau Pergerakan Rudal dan Drone
Laporan intelijen yang diterima Arab Saudi juga disebut mencatat adanya aktivitas pemindahan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke sejumlah lokasi tertentu.
Baca Juga: Pengiriman 132 Kg Ganja Asal Aceh Digagalkan, Diduga Hendak Dikirim ke Jabar dan Jateng
Menurut sumber tersebut, pergerakan itu diduga merupakan bagian dari persiapan untuk melancarkan serangan secara bersamaan ke beberapa sasaran.
"Beberapa intelijen yang dikumpulkan termasuk pengamatan rudal dan drone yang diposisikan ulang sebagai persiapan untuk potensi serangan simultan," kata sumber itu.
Selain itu, di tengah meningkatnya ancaman keamanan, Arab Saudi memastikan koordinasi dengan Amerika Serikat tetap berjalan erat.
Sumber tersebut mengatakan kerja sama kedua negara berlangsung di berbagai tingkat, termasuk koordinasi antarmiliter untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi potensi ancaman di kawasan.
"Koordinasi tetap 'sangat kuat' di semua tingkatan, termasuk antara kedua militer," ujar sumber tersebut.
Meningkatnya laporan intelijen mengenai potensi serangan ini menambah daftar ketegangan yang masih membayangi kawasan Timur Tengah, meski sejumlah negara tengah berupaya membuka ruang diplomasi guna meredakan konflik.