← Beranda
Iran Capai Kesepakatan dengan Oman soal Jalur Selat Hormuz, Tapi Kapal Masih Belum Dijamin Aman
Rian AlfiantoKamis, 6 Agustus 2026 | 19.02 WIB
Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026 (Screenshot/X/@IranIntl_En)

JawaPos.com - Iran mengklaim telah mencapai kesepakatan dengan Oman terkait jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur laut paling strategis di dunia yang menjadi lintasan sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) global.

Meski begitu, Teheran menegaskan kesepakatan tersebut belum berarti pelayaran di kawasan itu sepenuhnya aman.
Pernyataan ini menjadi sinyal terbaru di tengah upaya membuka kembali Selat Hormuz yang selama berbulan-bulan terganggu akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Jika benar terealisasi, kesepakatan itu berpotensi mengurangi gangguan pasokan energi dunia dan meredakan gejolak harga minyak.

Baca Juga: Prediksi Persebaya vs Persib: "Penggendong" Bisa Jadi Penentu, Dua Rekrutan Anyar Tentukan Gelar

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pembahasan dengan Oman kini telah memasuki tahap akhir. Namun, ia tidak mengungkap rincian teknis mengenai kesepakatan tersebut.

Baqaei menegaskan bahwa ancaman terhadap keamanan pelayaran masih ada karena Amerika Serikat tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

"Koordinat geografis jalur tersebut telah disepakati dengan Oman," kata Baqaei, seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA.

Ia menambahkan, "Faktor-faktor yang membuat Selat Hormuz tidak aman masih tetap ada dari pihak Amerika Serikat, terutama blokade angkatan laut serta tindakan agresif dan ancaman lainnya terhadap Iran dan kepentingannya."

Hingga kini, baik pemerintah Amerika Serikat maupun Oman belum memberikan tanggapan resmi mengenai klaim Iran tersebut.

Baca Juga: Sinopsis Ternyata Ini Cinta, Sinetron yang Dibintangi Elsa Japasal, Ari Irham, dan Betrand Peto

Jalur Sementara Dibuka Dua hingga Empat Bulan

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, kemudian mengungkapkan bahwa jalur pelayaran baru yang disepakati bersama Oman hanya bersifat sementara.

Menurutnya, jalur tersebut diperkirakan dapat digunakan selama dua hingga empat bulan. Namun, ia juga tidak menjelaskan secara rinci lokasi maupun mekanisme operasional rute tersebut.

Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu, Teheran secara efektif membatasi lalu lintas di Selat Hormuz. Kapal-kapal yang ingin melintas diwajibkan memperoleh izin terlebih dahulu, sementara sejumlah kapal yang mengabaikan aturan tersebut dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan kepada Iran. Pada Selasa waktu setempat, ia memperingatkan bahwa Iran akan menerima konsekuensi berat apabila Selat Hormuz tidak segera dibuka.

Baca Juga: Luka Modric Senang Kembali Bermain, AC Milan Imbang Lawan Inter 1-1

Trump mengatakan Iran akan 'dipukul sangat keras' jika jalur pelayaran itu tidak kembali beroperasi dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah pejabat senior AS menyebut pembicaraan mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran mengalami kemajuan dan pengiriman barang berpotensi dimulai kembali dalam pekan ini.

Meski demikian, Iran tetap bersikeras tidak sedang bernegosiasi dengan Washington dan tidak memiliki rencana untuk melakukannya.

Sementara itu, mengutip BBC, salah satu hambatan utama dalam negosiasi adalah rencana Iran mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Baca Juga: Indonesia Berupaya Membangun Kepercayaan Dunia dalam Menghadapi Tantangan Perubahan Iklim

Seorang pejabat senior Iran yang dikutip Reuters menyebut Teheran mengusulkan tarif sebesar 5 hingga 7 persen dari nilai muatan kapal.

Sementara itu, Oman disebut mengusulkan biaya sekitar 3 persen, sedangkan Amerika Serikat menolak penerapan biaya apa pun.

Reuters juga melaporkan bahwa skema kesepakatan tersebut akan memberikan Iran kendali terhadap kapal-kapal yang memasuki Teluk Persia melalui Selat Hormuz.

EDITOR: Bintang Pradewo