JawaPos.com - Korea Utara mengecam keras uji coba rudal jelajah Tomahawk yang baru-baru ini dilakukan Jepang. Pyongyang menuduh langkah tersebut menjadi bukti bahwa Tokyo sedang menyembunyikan ambisi untuk memperkuat kemampuan militernya.
Seperti dilansir Kyodo, Rabu (5/8), kecaman itu disampaikan Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sekaligus pejabat senior Partai Pekerja Korea. Pernyataannya dimuat oleh media pemerintah Korean Central News Agency (KCNA).
"Sudah jelas bahwa langkah tersebut hanyalah taktik untuk menutupi ambisi mereka menjadi kekuatan militer besar," kata Kim Yo Jong.
Ia juga menyebut Jepang sebagai "negara penjahat perang" dan meminta masyarakat internasional meningkatkan kewaspadaan terhadap apa yang disebutnya sebagai ambisi militer Tokyo. Menurut Kim, Jepang masih ingin mewujudkan kembali impian ekspansionisme pada masa perang.
Pernyataan tersebut muncul sekitar sepekan setelah Kementerian Pertahanan Jepang mengumumkan Pasukan Bela Diri Jepang untuk pertama kalinya melakukan uji coba penembakan rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat dari sebuah kapal perusak.
Kemampuan tersebut merupakan bagian dari Strategi Keamanan Nasional Jepang yang diadopsi pada 2022. Kebijakan itu membuka jalan bagi Jepang untuk memiliki kemampuan menyerang pangkalan rudal musuh sebagai bentuk pertahanan diri yang tetap berada dalam batas Konstitusi Jepang yang menolak perang.
Kim Yo Jong menilai kecaman internasional saja tidak cukup untuk menghentikan langkah Jepang. Ia bahkan menyatakan Korea Utara akan membuat Jepang "menyesal", meski tidak menjelaskan langkah balasan yang akan diambil.
Dalam beberapa waktu terakhir, Korea Utara diketahui berfokus memperkuat kemampuan angkatan lautnya. Pernyataan Kim Yo Jong kembali menambah ketegangan hubungan kedua negara yang selama ini kerap berselisih terkait isu keamanan dan pengembangan persenjataan.