← Beranda
Israel Tolak Kesepakatan AS dengan Hamas, Serangan ke Gaza Berlanjut
Rian AlfiantoSelasa, 4 Agustus 2026 | 00.55 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Sebastian Scheiner/AP)

JawaPos.com - Israel secara terbuka menyatakan keberatan atas kesepakatan pelucutan senjata Hamas yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Pemerintah Israel beralasan kesepakatan tersebut belum cukup menjamin Hamas benar-benar kehilangan kemampuan militernya. Untuk itu Israel menyampaikan 'kekhawatiran keamanan yang serius' kepada Gedung Putih.

Sikap ini menjadi sinyal bahwa Israel belum sepakat dengan upaya Presiden AS Donald Trump, untuk mengakhiri perang di Gaza melalui kesepakatan gencatan senjata dan pelucutan senjata Hamas.

Juru bicara Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Doron Spielman, mengatakan penilaian intelijen Israel menunjukkan Hamas masih berkomitmen membangun kembali kekuatan militernya.

Baca Juga: Hamas Sebut Israel Sengaja Gagalkan Perdamaian, Serangan Gaza Disebut Upaya Paksa

Karena itu, Israel menolak menarik pasukan dari Gaza sebelum proses pelucutan senjata benar-benar terlaksana.

"Penilaian kami adalah, jika kami menarik pasukan sebelum Hamas benar-benar dilucuti senjatanya, mereka akan dengan cepat memperluas kehadiran di seluruh Gaza, membangun kembali infrastruktur teroris, kembali mengancam komunitas Israel, dan berupaya melakukan serangan seperti 7 Oktober," kata Spielman dilansir dari PBS.

Ia menegaskan pelucutan senjata tidak cukup hanya berupa komitmen politik. Melucuti senjata berarti benar-benar menyerahkan senjata secara fisik. Tidak ada yang kurang dari itu," ujarnya.

Israel Nilai Kesepakatan AS Masih Simpan Risiko

Pernyataan Spielman merupakan respons publik pertama dari pemerintah Israel setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan yang mencakup pelucutan senjata Hamas.

Rencana gencatan senjata yang terdiri dari 20 poin itu mengatur penyerahan senjata Hamas, penghancuran jaringan terowongan, penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza, pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina, pengerahan pasukan keamanan internasional, hingga rekonstruksi Gaza.

Baca Juga: Israel Gempur Gaza Lagi, 18 Warga Palestina Tewas Saat Harapan Gencatan Senjata Muncul

Meski Hamas telah menyatakan bersedia melucuti senjata sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Israel menilai implementasinya masih menyisakan banyak celah.

Spielman mengatakan pemerintah Israel tetap menghargai komitmen Trump dalam menjaga keamanan Israel dan mencari solusi jangka panjang, tetapi keputusan keamanan negaranya didasarkan pada laporan intelijen.

"Posisi pemerintah mengenai pelucutan senjata didasarkan pada intelijen terperinci yang menunjukkan Hamas terus mempersenjatai diri, merekrut pejuang, dan membangun kembali kemampuan militernya," katanya.

Israel Sampaikan Keberatan kepada Gedung Putih

Sejumlah sumber yang mengetahui proses negosiasi mengungkapkan Israel telah menyampaikan sejumlah keberatan kepada pemerintah Amerika Serikat.

Selain meminta kebebasan untuk tetap melakukan operasi militer di Gaza, Israel juga menginginkan Qatar dan Turki tidak dilibatkan dalam proses verifikasi pelaksanaan kesepakatan.

Baca Juga: Iran Anggap Semua Ancaman AS dan Israel Sebagai Ancaman Nyata dan Harus Ditanggapi Serius 

Israel juga meminta seluruh senjata Hamas yang nantinya disita harus dimusnahkan, bukan sekadar disimpan.

Meski demikian, pejabat Amerika Serikat menyatakan Israel telah dilibatkan dalam setiap tahap pembahasan dan tidak diminta menjalankan komitmen di luar kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

Serangan Israel ke Gaza Terus Berlanjut

Di tengah perbedaan pandangan terkait kesepakatan tersebut, operasi militer Israel di Gaza masih berlangsung.

Rumah sakit di Gaza melaporkan sedikitnya 17 orang tewas akibat serangan terbaru Israel, termasuk anak-anak.

Salah satu serangan menghantam sebuah apartemen di wilayah selatan Gaza dan menewaskan tiga anggota keluarga, termasuk seorang anak berusia empat tahun.

Baca Juga: Gaza Kembali Dibombardir Israel, Gencatan Senjata Tak Dihiraukan Militer Zionis

Militer Israel menyatakan serangan itu menyasar anggota Hamas dan infrastruktur kelompok tersebut.

Konflik di Gaza pecah setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya.

Sebagai balasan, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran yang menurut otoritas kesehatan Gaza telah menewaskan lebih dari 73.000 orang.

 

EDITOR: Bayu Putra