← Beranda
Iran Anggap Semua Ancaman AS dan Israel Sebagai Ancaman Nyata dan Harus Ditanggapi Serius 
Rian AlfiantoSenin, 3 Agustus 2026 | 18.06 WIB
Bendera Amerika Serikat dan Iran.(The Sunday Guardian).

 

JawaPos.com - Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel kembali meningkat. Pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap ancaman yang datang dari pihak yang dianggap sebagai musuh akan diperlakukan sebagai ancaman nyata, meski disampaikan dalam bentuk operasi psikologis maupun perang kognitif.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan sementara Iran, Brigadir Jenderal Majid Ebn-e-Reza, di tengah memanasnya situasi setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran.

Keputusan tersebut diambil setelah Teheran memperingatkan akan memberikan balasan keras jika terjadi agresi baru dari AS atau Israel.

Melalui unggahan di akun media sosialnya pada Minggu, Ebn-e-Reza menegaskan bahwa militer Iran tidak akan mengabaikan ancaman dalam bentuk apa pun.

"Pernyataan musuh baru-baru ini, meskipun disampaikan dalam kerangka operasi psikologis dan perang kognitif, tetap kami pandang sebagai ancaman yang nyata dan kredibel," tulisnya.

Baca Juga: Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie

Menurut dia, sikap tersebut menjadi bagian dari strategi pertahanan Iran dalam menghadapi situasi keamanan yang semakin dinamis.

"Kami menjadikan setiap ancaman sebagai dasar untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat pencegahan, dan mengembangkan kemampuan kami," ujarnya.

Muncul Usai Trump Batalkan Rencana Serangan

Pernyataan Ebn-e-Reza muncul tidak lama setelah Presiden Donald Trump memutuskan membatalkan rencana serangan terhadap fasilitas energi Iran.

Keputusan itu diambil setelah para pejabat Iran menyampaikan peringatan bahwa setiap aksi militer baru dari Amerika Serikat maupun Israel akan memicu respons militer yang tegas dari Teheran.

Langkah Trump tersebut tidak lantas meredakan ketegangan. Sebaliknya, Iran menegaskan bahwa seluruh ancaman yang muncul tetap menjadi perhatian serius dan akan dijadikan dasar untuk meningkatkan kesiapan pertahanan nasional.

Iran Ancam Respons Tegas jika Diserang

Sebelumnya, pada Sabtu malam (1/8), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyampaikan pesan serupa saat berbicara dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan.

Baca Juga: Ruben Onsu Diisukan Idap HIV, Pengacara Perlihatkan Hasil Laboratorium

Dalam percakapan tersebut, Araghchi menegaskan bahwa Iran siap mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan nasionalnya dari segala bentuk ancaman.

"Setiap tindakan permusuhan oleh Amerika Serikat atau Israel, maupun keterlibatan atau kerja sama oleh negara-negara kawasan dalam tindakan semacam itu, akan mendapat respons yang tegas dan proporsional dari angkatan bersenjata Iran yang kuat," kata Araghchi.

Pernyataan para pejabat tinggi Iran menunjukkan bahwa Teheran masih berada dalam kondisi siaga tinggi menyusul meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pemerintah Iran menegaskan akan terus memperkuat kemampuan pertahanan dan pencegahan sebagai respons terhadap setiap ancaman yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan nasional.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan