JawaPos.com – Pemerintah Spanyol memutuskan mengerahkan Angkatan Bersenjata ke Ceuta untuk memperkuat pengamanan di tengah gelombang besar migran yang memasuki wilayah tersebut dari Maroko. Militer akan membantu Guardia Civil menjaga keamanan setelah ribuan orang menyeberang melalui laut pada Kamis (30/7).
Seperti dilansir RTVE, Jumat (31/7), pemerintah menyatakan pasukan yang dikerahkan akan berada di bawah koordinasi Komando Operasi Militer. Mereka bertugas memberikan dukungan kepada Guardia Civil dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan.
Pengamanan di Ceuta juga diperkuat dengan tambahan satu peleton berisi 20 personel. Mereka bergabung dengan 60 anggota Reserve and Security Group (ARS) Guardia Civil yang selama ini bertugas mengawasi perbatasan.
Dalam beberapa jam berikutnya, dua peleton tambahan yang terdiri atas 40 personel dijadwalkan tiba di Ceuta. Dengan demikian, jumlah aparat yang bertugas di wilayah tersebut akan terus bertambah untuk menghadapi situasi yang berkembang.
Unit Keamanan Warga Guardia Civil di Ceuta juga akan diperkuat oleh 30 personel dari berbagai satuan di Andalusia. Selain itu, dua tim penyelam dari Special Underwater Activities Group (GEAS) turut dikerahkan untuk membantu operasi di wilayah pesisir.
Dari sisi patroli laut, Guardia Civil telah menempatkan dua kapal patroli berukuran sedang dan empat perahu karet jenis Zodiac di Ceuta. Kapal patroli samudra Duque de Ahumada juga dijadwalkan tiba pada Jumat pagi untuk memperkuat pengawasan perairan.
Dalam beberapa hari ke depan, lima nakhoda kapal, tiga teknisi mesin kapal, serta operator drone akan bergabung dengan satuan patroli laut. Sementara itu, Air Service Guardia Civil juga akan diperkuat dengan tambahan satu helikopter.
Kepolisian Nasional Spanyol turut meningkatkan kekuatan di Ceuta. Direktorat Jenderal Imigrasi dan Perbatasan mengirim tim beranggotakan enam orang untuk membantu proses registrasi dan pendataan para migran yang baru tiba.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum, personel Police Intervention Unit (UIP) serta Prevention and Reaction Unit (UPR) di Ceuta diberlakukan sistem kerja dua shift dengan tambahan jam tugas. Langkah tersebut dilakukan agar pengamanan dapat berlangsung selama 24 jam.
Pada Kamis, tiga tim UIP dari Sevilla telah dikirim ke Ceuta. Dalam beberapa hari mendatang, personel tambahan dari UIP Pusat dan Malaga juga akan bergabung sehingga total sekitar 200 anggota UIP dan UPR akan ditugaskan khusus untuk menjaga keamanan di kota tersebut.
Di tingkat Eropa, Uni Eropa menyatakan siap memberikan dukungan kepada Spanyol. Komisaris Uni Eropa untuk Hubungan Eksternal, Magnus Brunner, menegaskan bahwa perlindungan perbatasan luar Uni Eropa merupakan bagian penting dari upaya memerangi migrasi ilegal.
Brunner mengatakan Uni Eropa telah menyampaikan kepada Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska bahwa Frontex siap membantu apabila diperlukan. Menurutnya, komunikasi juga terus dilakukan dengan otoritas Maroko untuk mencegah lebih banyak perjalanan berbahaya menuju Ceuta.
Sebelum keputusan pengerahan militer diumumkan, seluruh anggota Dewan Juru Bicara Majelis Ceuta, termasuk Partai Buruh Sosialis Spanyol (PSOE), telah meminta pemerintah menutup perbatasan dan mengerahkan tentara. Desakan serupa juga datang dari Partai Rakyat (PP) dan Vox yang menilai situasi di Ceuta sudah tidak dapat dipertahankan tanpa langkah pengamanan yang lebih kuat.