JawaPos.com - Seorang pejabat Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran, menyatakan kapal-kapal dari Jepang tidak akan menjadi sasaran serangan, setelah kelompok itu memblokade Selat Bab el-Mandeb untuk kapal-kapal terkait Arab Saudi.
Dalam sambungan telepon dengan Kyodo News, pejabat tersebut mengatakan Houthi tidak akan "menghambat kebebasan navigasi."
Namun, sambil membantah laporan bahwa kelompok tersebut mempertimbangkan untuk memungut biaya transit, pejabat tersebut mengatakan kapal-kapal yang melewati jalur pelayaran tersebut harus mendapatkan izin dari mereka untuk melakukannya.
Selat Bab el-Mandeb menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan telah menjadi jalur alternatif untuk transportasi minyak mentah di tengah penutupan de facto Selat Hormuz.
Baca Juga: Lalu Lintas Kapal di Selat Bab al-Mandab Turun 56 Persen usai Embargo Houthi
Langkah penutupan itu dilakukan Houthi sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.
Selat Hormuz adalah jalur utama untuk pengiriman energi global, dengan Jepang sangat bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah.