JawaPos.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto pada Selasa (28/7) membawa dampak besar terhadap sektor industri Jepang. Sejumlah pabrik semikonduktor, otomotif, makanan, hingga perusahaan logistik menghentikan operasional untuk memeriksa kondisi fasilitas dan menjamin keselamatan pekerja.
Seperti dilansir Kyodo, Rabu (29/7), Nippon Paper Industries Co. melaporkan cerobong asap di Pabrik Yatsushiro mengalami kerusakan parah akibat gempa. Bagian atas cerobong runtuh, sementara sekitar delapan orang di lokasi sempat memerlukan bantuan evakuasi, meski kondisi mereka belum diketahui secara pasti.
Produsen semikonduktor terbesar di dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), juga mengevakuasi seluruh pekerjanya dari pabrik di Kumamoto setelah guncangan mencapai tingkat yang mengharuskan evakuasi. Setelah bangunan dinyatakan aman, para karyawan mulai kembali memasuki fasilitas tersebut.
Meski demikian, TSMC memutuskan menghentikan sebagian pekerjaan konstruksi pabrik keduanya di Kumamoto. Langkah itu diambil sebagai antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Perusahaan pembuat peralatan semikonduktor asal Jepang, Tokyo Electron Ltd., juga menghentikan operasional di dua pabriknya di Kumamoto pada Rabu. Penghentian sementara dilakukan untuk melaksanakan inspeksi keselamatan terhadap fasilitas produksi.
Di sektor otomotif, Honda Motor Co. masih menghentikan kegiatan produksi di Pabrik Kumamoto yang memproduksi sepeda motor dan kendaraan lainnya. Perusahaan memperkirakan penghentian operasional berlangsung hingga Rabu malam.
Anak perusahaan Honda, Astemo Ltd., juga menghentikan operasional pabrik milik Astemo Uki Co. di Kumamoto. Perusahaan mengatakan terdapat laporan mengenai beberapa pekerja yang mengalami luka akibat gempa.
Dampak gempa turut dirasakan sektor ritel. Operator restoran sushi Kura Sushi Inc. menutup enam gerainya di Prefektur Kumamoto, sementara Seven-Eleven Japan Co., FamilyMart Co., dan Lawson Inc. juga menutup sementara sejumlah toko minimarket di wilayah terdampak.
Produsen makanan ringan Koike-Ya Inc. ikut menghentikan produksi di salah satu pabriknya di Kumamoto. Langkah tersebut dilakukan hingga kondisi dinilai aman untuk kembali beroperasi.
Aktivitas distribusi barang juga terganggu. Sagawa Express Co. dan Yamato Transport Co. menghentikan sementara layanan penjemputan serta pengiriman barang di seluruh Prefektur Kumamoto, sedangkan Japan Post Co. menangguhkan layanan serupa di beberapa wilayah.
Sementara itu, Toyota Motor Kyushu Inc. menghentikan operasional di tiga pabriknya di Prefektur Fukuoka yang juga merasakan guncangan kuat. Setelah melakukan pemeriksaan keselamatan dan memastikan tidak ada korban, perusahaan berencana kembali menjalankan produksi mulai Rabu pagi.
Rangkaian gangguan tersebut menunjukkan besarnya dampak gempa terhadap rantai pasok industri di Jepang. Meski sebagian perusahaan mulai memulihkan operasionalnya, sejumlah fasilitas masih menjalani inspeksi karena otoritas terus mengingatkan adanya potensi gempa susulan dalam beberapa hari ke depan.