← Beranda
Sidang UNESCO World Heritage Committee Resmi Digelar di Busan, Bahas 33 Nominasi Warisan Dunia
Leni Setya WatiRabu, 22 Juli 2026 | 04.07 WIB
unesco ke 48 di busan (x @tang_kira)

JawaPos.com - Korea Selatan mencatat sejarah baru dengan menjadi tuan rumah Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 untuk pertama kalinya sejak bergabung dalam Konvensi Warisan Dunia pada 1988.

Acara bergengsi tersebut dibuka di BEXCO, Busan, dan mempertemukan delegasi dari berbagai negara untuk membahas masa depan pelestarian warisan budaya dan alam dunia.

Menurut laporan The Chosun, komite Warisan Dunia merupakan badan pengambil keputusan tertinggi UNESCO di bidang Warisan Dunia.

Baca Juga: DBL Indonesia Luncurkan Musim 2026/2027, Siap Digelar di 31 Kota

Beranggotakan 21 negara yang dipilih dari 196 negara peserta konvensi, sidang tahun ini berlangsung hingga 29 Juli dengan agenda utama membahas 33 usulan, yang terdiri atas 30 nominasi baru serta tiga usulan perluasan atau perubahan situs Warisan Dunia.

Salah satu agenda penting bagi Korea Selatan adalah usulan perluasan situs Korea's Tidal Flats dengan menambahkan kawasan pasang surut di Seosan, Goheung, Yeosu, dan Muan, yang sebelumnya telah memperoleh rekomendasi positif dari badan penasihat UNESCO.

Komite juga mengevaluasi kondisi pelestarian 147 situs Warisan Dunia. Isu internasional turut menjadi perhatian, termasuk pencalonan situs Asuka-Fujiwara Ancient Capitals and Related Properties dari Jepang, kompleks Xiongnu Burial Mounds dari Mongolia, serta karya arsitektur Alvar Aalto Oeuvre dari Finlandia.

Di sisi lain, UNESCO kembali menyoroti Jepang terkait komitmennya dalam mengakui sejarah kerja paksa warga Korea di Tambang Sado, sekaligus membahas tantangan pelestarian kawasan bersejarah seperti Tower of London di Inggris dan Historic Centre of Salzburg di Austria.

Upacara pembukaan dihadiri Presiden Lee Jae Myung, Sekretaris Jenderal UNESCO Khaled El-Enaani, Kepala Korea Heritage Service Huh Min, serta sejumlah pejabat dan delegasi internasional.

Dalam pidatonya, Presiden Lee menegaskan bahwa penyelenggaraan sidang ini menjadi momentum penting bagi Korea Selatan untuk memperkuat kontribusi terhadap pelestarian warisan dunia dan mendorong perdamaian global melalui kekuatan budaya.

Acara pembukaan juga dimeriahkan pertunjukan bertema "A Roof Embracing the Sky, Resonance Connecting Generations", Diawali atraksi penjaga Istana Gyeongbokgung.

Duta resmi sidang, G-Dragon, turut tampil dan menyampaikan pesan bahwa menjaga warisan budaya bukan sekadar melestarikan masa lalu, tetapi juga membangun perdamaian untuk generasi mendatang. 

Kehadirannya menjadi salah satu sorotan utama dalam seremoni pembukaan.

Sidang dimulai pada 20 Juli dengan dipimpin Ketua Komite Lee Byung Hyun. Hingga sehari sebelum pembukaan, tercatat 2.929 peserta dari 155 negara telah mendaftar untuk mengikuti rangkaian kegiatan.

Selain agenda sidang, Busan juga menghadirkan K-Heritage House, area pameran berskala besar yang menampilkan warisan budaya Korea melalui pameran, media art, pengalaman interaktif, serta berbagai pertunjukan budaya yang digelar di sejumlah lokasi di kota tersebut.

EDITOR: Hanny Suwindari