← Beranda
Teheran Sebut Serangan Terbaru AS ke Iran Tewaskan 30 Warga Sipil
Rian AlfiantoKamis, 16 Juli 2026 | 06.44 WIB
Serangan AS ke Iran di sekitar PLTN Bushehr. (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Teheran melaporkan lebih dari 30 warga sipil tewas dalam serangan terbaru Amerika Serikat di wilayah selatan Iran. 

Pemerintah Iran menyebut para korban merupakan warga sipil yang menjadi sasaran dampak serangan.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump justru mengancam akan meningkatkan operasi militer jika Teheran tidak kembali ke meja perundingan.

Juru bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengatakan, korban jiwa berasal dari serangan yang menghantam wilayah selatan negara itu pada Rabu (15/7).

Baca Juga: AS Lancarkan Serangan 90 Menit ke Pulau Strategis Iran, Bidik Penyimpanan Rudal

"Lebih dari 30 warga sipil telah tewas dalam serangan terbaru di wilayah selatan Iran," tulis Mohajerani melalui akun X, dikutip Rabu (15/7).

Meski demikian, ia tidak mengungkap lokasi pasti maupun rincian identitas para korban. Klaim tersebut juga belum dapat diverifikasi secara independen.

Di sisi lain, Gubernur Provinsi Bushehr mengatakan serangan AS juga menghantam tiga titik di Kota Bushehr pada Rabu (15/7) pagi waktu setempat.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Fars, tidak ada korban luka dalam serangan di wilayah tersebut.

Pernyataan Teheran muncul setelah Donald Trump pada Selasa menegaskan bahwa serangan militer terhadap Iran akan terus berlanjut dan bahkan diperluas. 

Baca Juga: Donald Trump Pusing, Perang dengan Iran Akibatkan Tekanan di Pemerintahan

Trump memperingatkan Washington akan mulai menargetkan pembangkit listrik serta jembatan di Iran mulai pekan depan apabila Teheran menolak kembali bernegosiasi.

Ketegangan kedua negara terus meningkat setelah beberapa hari terakhir saling melancarkan serangan di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi global.

Sementara itu, Iran juga telah mengirim surat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menuduh Amerika Serikat melanggar Islamabad Memorandum of Understanding.

Itu adalah kesepakatan antara Iran dan AS yang dimediasi Pakistan, untuk menghentikan konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.

Baca Juga: Donald Trump Labil! Batal Kenakan Tarif 20 Persen di Selat Hormuz, Ganti Strategi dengan Blokade Kargo Iran

EDITOR: Bayu Putra