← Beranda
AS Lancarkan Serangan 90 Menit ke Pulau Strategis Iran, Bidik Penyimpanan Rudal
Rian AlfiantoKamis, 16 Juli 2026 | 05.21 WIB
Ilustrasi AS dan Iran kembali saling serang. (Dunya News).

JawaPos.com - Militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan kembali melancarkan serangan terhadap Iran dengan membombardir Pulau Greater Tunb selama 90 menit pada Rabu (15/7).

Operasi ini menargetkan sistem pertahanan pantai serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah yang diklaim digunakan untuk mengancam kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan dimulai pada pukul 06.00 waktu Pantai Timur AS (10.00 GMT) dan berakhir sekitar pukul 07.30 waktu setempat (11.30 GMT). 

Operasi tersebut dilakukan menggunakan amunisi presisi untuk menghantam sejumlah fasilitas militer Iran di pulau yang berada di kawasan strategis Teluk Persia tersebut.

Baca Juga: Donald Trump Labil! Batal Kenakan Tarif 20 Persen di Selat Hormuz, Ganti Strategi dengan Blokade Kargo Iran

"Meluncurkan amunisi presisi terhadap sistem pertahanan pantai serta lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal jelajah di Pulau Greater Tunb selama gelombang serangan yang berlangsung 90 menit," bunyi pernyataan CENTCOM di platform X

Menurut CENTCOM, serangan tersebut dilakukan untuk mengurangi kemampuan militer Iran dalam menyerang kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

"Serangan itu semakin melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz," tulis CENTCOM.

Sebelumnya, CENTCOM juga mengumumkan dimulainya gelombang serangan baru terhadap Iran yang disebut bertujuan 'untuk semakin melemahkan kemampuan militer yang digunakan pasukan Iran dalam menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz'.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi rute utama pengiriman minyak mentah serta gas alam cair dunia.

Baca Juga: Donald Trump Pusing, Perang dengan Iran Akibatkan Tekanan di Pemerintahan

Gangguan keamanan di kawasan ini berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak internasional.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa hari terakhir terus meningkat, terutama terkait situasi di Selat Hormuz.

Kedua negara masih saling melancarkan serangan meski sebelumnya telah ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan, untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa upaya diplomatik belum mampu menghentikan eskalasi di kawasan.

Selama aksi saling serang masih berlangsung, risiko terhadap keamanan pelayaran internasional dan distribusi energi global diperkirakan tetap tinggi.

Baca Juga: Trump Ancam Perluas Serangan ke Infrastruktur Sipil Iran, Targetkan Pembangkit Listrik dan Jembatan

EDITOR: Bayu Putra