Daftar tersebut memuat sejumlah nama pemimpin dunia, mulai dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, hingga para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia.
Publikasi daftar itu muncul tak lama setelah Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei yang kini menjadi Pemimpin Tertinggi Iran, menyampaikan pesan pertamanya sejak pemakaman sang ayah. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa Iran memiliki tekad untuk membalas kematian ayahnya.
Baca Juga: UEFA, AFC, dan Concacaf Tolak Keras! Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Negara Picu Perdebatan Besar
"Balas dendam adalah kehendak bangsa kami dan harus dilakukan tanpa bisa dihindari," kata Mojtaba Khamenei melalui pesannya akhir pekan lalu.
Ia juga menambahkan, "Para penjahat yang namanya tercantum dalam sebuah daftar akan membawa ke liang kubur keinginan mereka untuk meninggal dengan damai di tempat tidur mereka."
Meski Mojtaba menyebut Iran telah menyusun daftar individu yang akan menjadi sasaran, ia tidak mengungkap identitas nama-nama tersebut.
Tak lama setelah pernyataan itu, surat kabar Hamshahri, media konservatif yang diterbitkan otoritas ibu kota Teheran, mengunggah infografik berisi foto 13 pemimpin asing yang dikaitkan dengan pernyataan Mojtaba.
Namun, hingga kini tidak ada indikasi bahwa daftar yang dipublikasikan media tersebut merupakan dokumen resmi pemerintah Iran.
Trump, Netanyahu hingga Pemimpin Eropa Masuk Daftar
Infografik yang diunggah Hamshahri memuat sejumlah tokoh penting dunia. Selain Donald Trump dan Benjamin Netanyahu, daftar tersebut juga mencantumkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Nama lain yang ikut muncul antara lain Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Meski sempat dipublikasikan secara daring pada Sabtu malam waktu setempat, infografik tersebut tidak muncul dalam edisi cetak Hamshahri yang terbit pada Minggu.
Ketegangan Iran dengan Negara-Negara Barat
Selama perang berlangsung, Iran berulang kali menuduh sejumlah negara Eropa berpihak kepada Amerika Serikat dan Israel. Teheran menilai negara-negara tersebut gagal mengecam serangan terhadap wilayah Iran.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguji Level Baru, Simak Daftar Saham Rekomendasi 14 Juli
Pemerintah Iran juga menuding beberapa negara Eropa ikut membantu operasi militer dengan mengizinkan pesawat militer Amerika Serikat melintasi wilayah udara mereka.
Tuduhan itu semakin memperburuk hubungan diplomatik Iran dengan negara-negara Barat di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.