← Beranda
Trump Ancam Luluhlantakkan Iran Usai Muncul Seruan 'Bunuh Trump' di Pemakaman Ayatollah Khamenei
Rian AlfiantoSabtu, 11 Juli 2026 | 20.14 WIB
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump. (Alex Brandon/AP)

 

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran setelah dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei muncul seruan terbuka yang menyerukan pembunuhan terhadap dirinya.

Trump memperingatkan Teheran akan menghadapi serangan besar-besaran jika pemerintah Iran menindaklanjuti ancaman tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun Truth Social pada Sabtu (11/7), di tengah memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang membuat upaya gencatan senjata sementara semakin rapuh.

Dalam unggahannya, Trump mengklaim militer AS telah menyiapkan ribuan rudal yang siap diluncurkan apabila Iran benar-benar bertindak sesuai ancaman yang diarahkan kepadanya.

"1000 rudal dikunci dan dimuat dan ditujukan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan lainnya untuk segera menyusul, jika Pemerintah Iran bertindak atas ancamannya," tulis Trump di Truth Social.

Trump juga memperingatkan bahwa serangan Amerika Serikat akan menghancurkan seluruh wilayah Iran jika ancaman tersebut diwujudkan.

"Militer AS akan sepenuhnya memusnahkan dan menghancurkan semua wilayah Iran - PUJIAN KEPADA ALLAH!" lanjut Trump.

Ancaman Trump muncul beberapa saat setelah prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei diwarnai seruan terbuka yang menyerukan pembunuhan terhadap Presiden AS. Peristiwa itu semakin memperuncing hubungan kedua negara yang sebelumnya telah memanas akibat serangkaian aksi militer di kawasan Asia Barat.

Ketegangan semakin meningkat setelah beberapa hari terakhir Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran. Sebagai balasan, Iran melakukan serangan terhadap sejumlah negara di kawasan.

Rangkaian eskalasi tersebut bermula dari insiden serangan Iran terhadap tiga kapal di Selat Hormuz pada awal pekan ini. Serangan itu memicu operasi militer Amerika Serikat sekaligus meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap meluasnya konflik di kawasan.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah AS juga mendesak Iran memberikan jaminan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional dan kapal-kapal yang melintas tidak akan lagi menjadi sasaran serangan.

Baca Juga: PM Pakistan Minta AS-Iran Patuhi Kesepakatan Damai

Namun hingga kini, Teheran belum memberikan pernyataan tersebut. Iran justru tetap bersikeras bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendalinya dan menginginkan hak untuk mengenakan biaya kepada kapal-kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.

Sikap itu bertentangan dengan praktik yang telah berlangsung selama puluhan tahun, di mana Selat Hormuz dipandang sebagai jalur perairan internasional yang bebas dilalui kapal-kapal dari berbagai negara.

 

EDITOR: Kuswandi