← Beranda
Serangan Rudal Rusia Tewaskan 21 Orang di Kyiv, Zelensky Desak NATO Segera Tambah Sistem Patriot
Rian AlfiantoSelasa, 7 Juli 2026 | 16.43 WIB
Serangan terbaru Rusia ke Ukraina. (AFP via Al-Jazeera)

JawaPos.com - Rusia dilaporkan melancarkan salah satu serangan udara terbesar ke Ukraina menjelang berlangsungnya KTT NATO di Ankara, Turki. Hujan rudal balistik, rudal jelajah, rudal hipersonik Zircon, serta ratusan drone menghantam berbagai wilayah Ukraina pada Senin (6/7) waktu setempat, menewaskan sedikitnya 21 orang dan melukai puluhan lainnya.

Serangan paling mematikan terjadi di ibu kota Kyiv. Otoritas setempat melaporkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia dan 56 lainnya mengalami luka-luka setelah sejumlah rudal menghantam kawasan permukiman.

Di wilayah sekitar Kyiv, enam orang lainnya dilaporkan tewas dan 21 warga terluka. Tim penyelamat masih terus menyisir puing-puing bangunan untuk mencari korban yang diduga masih terjebak.

Baca Juga: Bukan karena Sumbangkan Banyak Trofi, Ini Alasan Birmingham City Pensiunkan Nomor 22 Milik Jude Bellingham

Serangan besar-besaran ini kembali menyoroti lemahnya pertahanan udara Ukraina terhadap rudal balistik Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan negaranya membutuhkan tambahan sistem pertahanan udara Patriot beserta rudal pencegatnya dari negara-negara Barat.

Zelensky mengatakan pasukan Ukraina berhasil mencegat sebagian besar drone dan rudal jelajah Rusia. Namun, rudal balistik yang diluncurkan Moskow tidak mampu dicegat karena keterbatasan rudal Patriot.

Ia mendesak para pemimpin NATO mengambil keputusan konkret dalam KTT yang dimulai Selasa.

"Selama rudal Patriot masih berada di gudang persediaan sekutu kami, Rusia hanya akan semakin terdorong untuk terus 'mengalahkan' bangunan-bangunan tempat tinggal warga. Amerika Serikat dan Eropa memiliki kekuatan yang cukup untuk menghentikan teror ini," kata Zelensky dalam pernyataannya dikutip via Guardian.

Menurutnya, para pemimpin Amerika Serikat dan Eropa harus keluar dari KTT NATO dengan keputusan nyata untuk memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina.

Rudal Balistik Lolos, Puluhan Lokasi Jadi Sasaran

Angkatan Udara Ukraina mengungkapkan Rusia meluncurkan serangan gabungan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, rudal hipersonik Zircon, serta 351 drone serang dan drone umpan.

Militer Ukraina mengklaim berhasil menembak jatuh 37 rudal jelajah dan 326 drone. Namun, sebanyak 23 rudal balistik, enam rudal Zircon, serta 18 drone berhasil menembus pertahanan udara dan menghantam sedikitnya 34 lokasi di seluruh Ukraina.

Serangan kali ini juga melibatkan drone berkecepatan tinggi bermesin jet yang dinilai jauh lebih sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara Ukraina.

Serangan dimulai sekitar pukul 01.00 dini hari dan berlangsung selama beberapa jam. Sedikitnya 15 gedung apartemen bertingkat dilaporkan terkena serangan langsung.
Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan bangunan yang dihantam merupakan kawasan permukiman.

"Itu adalah tempat-tempat di mana orang-orang tidur dan menjalani kehidupan mereka seperti biasa," ujar Tkachenko.

Di Distrik Podilskyi yang bersejarah, empat bangunan tempat tinggal terkena serangan. Salah satu gedung sembilan lantai mengalami kerusakan parah mulai dari lantai lima hingga bagian atas sehingga banyak penghuni terjebak di dalamnya.

Petugas penyelamat menggunakan mobil tangga untuk mengevakuasi warga, sementara petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api yang tersisa.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan proses pencarian korban masih terus berlangsung di sejumlah bangunan yang hancur.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi telah menggunakan senjata jarak jauh dan drone dalam serangan besar tersebut.

Melalui Telegram, kementerian menyatakan sasaran serangan meliputi fasilitas militer, infrastruktur energi di Kyiv dan wilayah sekitarnya, serta sejumlah pangkalan udara militer di berbagai daerah Ukraina.

Ukraina Balas Serang Kilang Minyak Rusia

Di saat yang hampir bersamaan, Ukraina melancarkan serangan ke salah satu kilang minyak terbesar Rusia di wilayah Omsk.

Laporan menyebut fasilitas tersebut mengalami kerusakan berat. Kilang itu juga memproduksi bahan kimia penting yang digunakan dalam proses penyulingan minyak Rusia, ketika negara tersebut menghadapi tekanan terhadap pasokan bahan bakar.

Di sisi lain, di Crimea, yang dikuasai Rusia, Gubernur Mikhail Razvozhayev mengatakan serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi di dekat Sevastopol menyebabkan pasokan listrik di kota tersebut sempat terputus.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah