← Beranda
AS Setuju Tunda Negosiasi Demi Hormati Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Rian AlfiantoMinggu, 5 Juli 2026 | 13.49 WIB
Ilustrasi rangkaian upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dimulai. (AP News)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Iran kini sangat ingin mencapai kesepakatan dengan Washington, usai meningkatnya ketegangan kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Trump, pemerintah AS bahkan menunda proses negosiasi sebagai bentuk penghormatan terhadap prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berpidato di kawasan Mount Rushmore, South Dakota, dalam perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada Jumat (3/7) waktu setempat.

Dalam pidatonya, Trump menyebut Teheran kini berkeinginan kuat untuk menyelesaikan perselisihan dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Pemimpin Rusia Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Sebut Iran Akan Menang Atas AS

"Mereka sangat ingin menetap. Mereka sangat ingin menetap. Kami memberinya libur seminggu untuk pemakaman karena kami baik," klaim Trump.

Trump tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai bentuk negosiasi yang dimaksud maupun perkembangan terbaru dari pembicaraan antara Washington dan Teheran.

Ia hanya menegaskan bahwa jeda negosiasi diberikan agar prosesi pemakaman Khamenei yang telah dimulai di Iran dapat berlangsung.

Selain membahas Iran, Trump juga menyoroti kekuatan militer Amerika Serikat yang menurutnya menjadi salah satu faktor utama dalam mempertahankan posisi negaranya di panggung global.

"Kami menciptakan militer terkuat dan terkuat. Kami memenangkan dua perang dunia," ujar Trump dikutip via Yeni Safak.

Baca Juga: Iran Ancam AS dan Israel Jelang Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Siapkan Balasan Keras Jika Mengganggu 

Ia juga mengklaim berbagai musuh Amerika Serikat telah kehilangan pengaruh sejak berakhirnya Perang Dingin.

Dalam pidatonya, Trump turut menyinggung sejumlah konflik internasional. Ia mengatakan Amerika Serikat mampu mengalahkan Venezuela 'dalam satu hari' serta mengklaim telah memberikan pukulan besar kepada Iran.

Di sisi lain, Trump memanfaatkan momen peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat untuk menegaskan pandangannya mengenai sejarah dan posisi negaranya di dunia.

"Pada 250 tahun, Amerika adalah republik tertua di Bumi," katanya.

Trump Soroti Ancaman Politik di Dalam Negeri

Tak hanya membahas isu luar negeri, Trump juga mengarahkan perhatian pada kondisi politik domestik Amerika Serikat menjelang pemilu paruh waktu (midterm).

Baca Juga: Pemerintah Iran Mulai Proses Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

Ia memperingatkan adanya kebangkitan ideologi komunisme yang menurutnya menjadi ancaman serius bagi kebebasan warga Amerika.

 

EDITOR: Bayu Putra