JawaPos.com - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah terhadap tekanan Amerika Serikat (AS) maupun negara-negara lain.
Menurut dia, bangsa Iran akan mampu melewati konflik kali ini dan keluar sebagai pemenang.
Pernyataan tersebut disampaikan Medvedev saat menghadiri rangkaian upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyed Ali Khamenei di Teheran, Jumat (3/7).
Ia memimpin delegasi Rusia yang hadir untuk menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran.
Dalam video yang diunggah melalui kanal Telegram pribadinya, Medvedev mengatakan Rusia turut berduka atas wafatnya Ayatollah Khamenei dan meyakini peristiwa tersebut justru memperkuat persatuan rakyat Iran.
"Bangsa Iran akan keluar sebagai pemenang dalam perjuangan melawan Amerika Serikat," kata Medvedev.
Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah meski menghadapi tekanan dari AS maupun negara-negara lain.
Menurut Medvedev, pemerintah dan rakyat Rusia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Ayatollah Khamenei.
Ia menyebut Moskow ikut merasakan duka yang dialami rakyat Iran atas kehilangan sosok yang dinilai memiliki peran penting bagi negara tersebut.
Baca Juga: Pemerintah Iran Mulai Proses Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
"Atas nama kepemimpinan dan rakyat Federasi Rusia, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya Ayatollah Khamenei. Kami berduka bersama rakyat Iran atas kehilangan yang sangat besar ini," ujarnya.
Rusia Sebut Duka Menyatukan Rakyat Iran
Medvedev, yang juga merupakan mantan Presiden Rusia sekaligus sekutu dekat Presiden Vladimir Putin, menilai wafatnya Ayatollah Khamenei telah mempersatukan masyarakat Iran di tengah situasi yang masih diliputi ketegangan kawasan.
Ia menyebut semangat persatuan tersebut menjadi modal penting bagi Iran untuk menghadapi berbagai tekanan eksternal.
Dukungan di Tengah Ketegangan Iran-AS
Pernyataan Medvedev muncul ketika sejumlah delegasi dari berbagai negara menghadiri prosesi pemakaman Ayatollah Khamenei di Teheran.
Prosesi tersebut berlangsung setelah konflik bersenjata selama 40 hari yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Baca Juga: Pemerintah Iran Matangkan Persiapan jelang Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Konflik itu kemudian berakhir melalui gencatan senjata serta penandatanganan nota kesepahaman setelah Iran melancarkan serangan balasan yang diklaim kuat oleh pihak Teheran.
Di tengah situasi tersebut, Rusia kembali menunjukkan dukungannya kepada Iran melalui kehadiran delegasi tingkat tinggi dalam upacara pemakaman.
Sekaligus menyampaikan sikap bahwa Iran tidak akan mudah dipaksa tunduk oleh tekanan dari luar.