← Beranda
Korban Tewas Gempa Venezuela Diperkirakan jadi 235 Orang, Ribuan Terluka dan Banyak Masih Tertimbun
Rian AlfiantoJumat, 26 Juni 2026 | 16.37 WIB
Warga dan petugas penyelamat mencari melalui reruntuhan bangunan yang runtuh di Caracas. Foto: Ariana Cubillos/AP

 

JawaPos.com - Gempa bumi berkekuatan 7,2 magnitudo dan 7,5 magnitudo yang mengguncang Venezuela secara beruntun pada Kamis (25/6) menewaskan sedikitnya 235 orang.

Ribuan lainnya mengalami luka-luka, sementara tim penyelamat masih berpacu dengan waktu mencari korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Data terbaru disampaikan Menteri Kesehatan Venezuela Carlos Alvarado pada Kamis (26/6) malam waktu setempat. Ia mengatakan jumlah korban terus bertambah seiring proses evakuasi yang masih berlangsung di berbagai wilayah terdampak.

"Hingga pukul 19.00 hari ini, kami telah menangani lebih dari 4.300 korban luka. Sebagian mengalami luka ringan, namun ada juga korban dengan kondisi sedang hingga kritis. Banyak di antaranya membutuhkan tindakan operasi. Sayangnya, kami juga menerima sekitar 235 pasien yang tiba tanpa tanda-tanda kehidupan atau meninggal saat tiba di fasilitas kesehatan kami," kata Alvarado dalam siaran televisi pemerintah.

Selain korban meninggal, lebih dari 4.300 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Jumlah tersebut diperkirakan masih dapat bertambah karena proses pencarian korban belum selesai.

Banyak Warga Masih Hilang dan Terjebak Reruntuhan

Operasi penyelamatan terus berlangsung hingga Kamis malam. Petugas masih berupaya menemukan warga yang dilaporkan hilang maupun terjebak di bawah puing-puing bangunan yang runtuh.

Kerusakan terparah terjadi di kota pelabuhan La Guaira, ibu kota Caracas, serta sejumlah wilayah di sekitarnya.

Banyak rumah hancur total sehingga ribuan warga kehilangan tempat tinggal.

Sebagian warga memilih bermalam di jalanan atau ruang terbuka karena khawatir bangunan yang rusak akan kembali runtuh akibat gempa susulan.

Gempa Dangkal Memperparah Tingkat Kerusakan

Sementara mengutip BBC, berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi pada pukul 18.04 waktu setempat. Hanya beberapa detik kemudian, wilayah tersebut kembali diguncang gempa yang lebih kuat berkekuatan magnitudo 7,5.

Kedua gempa tergolong dangkal, dengan pusat gempa pertama berada pada kedalaman sekitar 20,3 kilometer dan gempa kedua hanya 10 kilometer di bawah permukaan bumi. Kedalaman yang relatif dangkal membuat guncangan terasa sangat kuat dan menyebabkan kerusakan lebih luas.

Peristiwa ini terjadi bertepatan dengan hari libur nasional di Venezuela. Kondisi tersebut membuat lebih banyak warga berada di rumah dibandingkan hari kerja biasa, sehingga meningkatkan risiko jatuhnya korban.

Pemerintah Tetapkan Status Darurat

Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal terus meningkat. Sebelumnya, Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez telah menetapkan status keadaan darurat sebagai respons atas bencana tersebut.

Pemerintah kini memfokuskan upaya pada pencarian korban, penanganan medis, serta penyediaan tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan rumah.

Bantuan Internasional Mulai Berdatangan

Sejumlah negara menyatakan kesiapan membantu Venezuela menghadapi bencana ini. Amerika Serikat mengumumkan akan mengirim tim penyelamat elite, meski jadwal kedatangan mereka belum dipastikan.

Selain itu, berbagai tawaran bantuan kemanusiaan dari negara lain terus mengalir. Di sisi lain, warga Venezuela yang tinggal di luar negeri masih menanti kabar mengenai kondisi keluarga mereka di wilayah terdampak.

Bencana gempa ini menjadi pukulan baru bagi Venezuela yang selama beberapa tahun terakhir telah menghadapi krisis politik dan ekonomi berkepanjangan.

Baca Juga: Venezuela Dilanda Gempa akibatkan 164 Orang Meninggal Dunia

Di tengah keterbatasan sumber daya, pemerintah kini harus menghadapi tantangan besar dalam proses evakuasi, pemulihan infrastruktur, serta penanganan ribuan korban yang terdampak gempa.

 

EDITOR: Kuswandi