← Beranda
4 Poin Paling Krusial dalam Kesepakatan AS-Iran: Selat Hormuz Tetap Dikelola Teheran hingga Sanksi Dicabut
Rian AlfiantoRabu, 24 Juni 2026 | 01.59 WIB
Negosiator utama Iran Mohammad Bagher Ghalibaf telah menolak ancaman Donald Trump untuk memperbarui serangan. (Reuters)

 

JawaPos.com - Kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran ternyata tidak hanya berbicara soal penghentian perang. Di antara 14 poin yang disepakati kedua negara, terdapat empat klausul utama yang berpotensi mengubah lanskap geopolitik dan ekonomi Timur Tengah dalam jangka panjang.

Empat poin tersebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz tetap berada di bawah pengelolaan Iran, komitmen dana rekonstruksi senilai USD 300 miliar, pencabutan sanksi ekonomi terhadap Teheran, hingga pembentukan mekanisme pengawasan bersama untuk memastikan seluruh kesepakatan berjalan sesuai rencana.

Berikut empat poin kunci yang menjadi sorotan terbesar dalam dokumen yang disebut Presiden Iran sebagai dokumen bersejarah.

Baca Juga: Lebih dari 60 Persen Warga Inggris Setuju Keir Starmer Mundur Jadi Perdana Menteri

1. Selat Hormuz Dibuka Kembali, tetapi Iran Tetap Memegang Kendali

Salah satu bagian paling strategis dalam kesepakatan adalah normalisasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Iran berjanji memfasilitasi pelayaran kapal komersial secara aman dari Teluk Persia menuju Laut Oman dan sebaliknya. Arus perdagangan laut akan dipulihkan secara bertahap seiring proses pembersihan hambatan teknis dan militer di kawasan tersebut.

Namun menariknya, kesepakatan ini tidak mengalihkan kendali Selat Hormuz kepada pihak internasional. Iran justru akan berdialog dengan Oman dan negara-negara Teluk lainnya untuk merumuskan tata kelola masa depan jalur pelayaran tersebut sesuai hukum internasional dan hak negara pantai.

Baca Juga: Trump: Mencegah Iran Memperoleh Nuklir Lebih Penting dari Ancaman Depresi Global

Artinya, Selat Hormuz akan kembali terbuka bagi perdagangan global, tetapi posisi Iran sebagai aktor utama di kawasan tetap diakui.

2. AS Siapkan Dana Rekonstruksi Iran hingga USD 300 Miliar

Poin kedua yang menyita perhatian adalah komitmen Amerika Serikat bersama para mitra regionalnya untuk menyiapkan dana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran.

Nilainya tidak tanggung-tanggung, yakni sedikitnya USD 300 miliar atau setara lebih dari Rp 4.800 triliun dengan kurs saat ini. Dana tersebut dirancang untuk membantu pemulihan ekonomi Iran setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan akibat konflik dan sanksi internasional.

Mekanisme penggunaan dana akan dirundingkan lebih lanjut dalam negosiasi menuju perjanjian final yang ditargetkan selesai dalam waktu 60 hari.

3. Sanksi terhadap Iran Akan Dicabut Bertahap

Bagi Teheran, inilah salah satu poin yang paling penting. Amerika Serikat menyatakan kesediaannya mengakhiri berbagai bentuk sanksi terhadap Iran, termasuk sanksi unilateral AS, sanksi primer dan sekunder, serta berbagai pembatasan yang terkait dengan resolusi internasional.

Tak hanya itu, Departemen Keuangan AS juga akan menerbitkan pengecualian yang memungkinkan ekspor minyak mentah, produk petroleum, dan turunannya kembali berjalan.

Baca Juga: Iran Pegang Kendali Selat Hormuz Pasca-Negosiasi dengan AS, Ghalibaf: Tak Akan Kembali Seperti Sebelum Perang

Kelonggaran tersebut mencakup akses perbankan, asuransi, hingga layanan transportasi yang selama ini menjadi hambatan utama perdagangan Iran dengan dunia internasional. Jika benar-benar terlaksana, langkah ini dapat menghidupkan kembali sektor energi Iran dan meningkatkan pasokan minyak global.

4. Dibentuk Pengawasan Bersama agar Kesepakatan Tidak Sekadar Janji

Belajar dari sejumlah kesepakatan masa lalu yang gagal bertahan lama, AS dan Iran sepakat membentuk mekanisme pengawasan bersama.

Lembaga ini akan bertugas memantau implementasi seluruh isi nota kesepahaman sekaligus memastikan kedua pihak mematuhi perjanjian final nantinya.

Baca Juga: Sempat Diwarnai Aksi 'Walk Out', Iran, AS, Pakistan dan Qatar Siapkan Tahap Baru Perundingan

Keberadaan mekanisme ini dinilai penting karena sejumlah poin kesepakatan, mulai dari pencabutan sanksi, pembukaan jalur perdagangan, hingga pengelolaan isu nuklir, membutuhkan pengawasan berkelanjutan dan verifikasi yang jelas.

Mengapa Empat Poin Ini Menjadi Penentu?

Meski dokumen tersebut berisi 14 poin, empat klausul ini dipandang sebagai fondasi utama keberhasilan kesepakatan AS-Iran.

Pembukaan Selat Hormuz menyangkut stabilitas perdagangan energi dunia. Dana rekonstruksi menjadi kunci pemulihan ekonomi Iran. Pencabutan sanksi menentukan masa depan hubungan ekonomi Teheran dengan dunia internasional.

Baca Juga: Bantah Kalim Trump, Iran Tegaskan Perjanjian tak Wajibkan Beli Produk Pertanian AS

Sementara mekanisme pengawasan bersama menjadi penjamin bahwa seluruh komitmen yang telah disepakati benar-benar dijalankan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah