← Beranda
Gencatan Senjata Timur Tengah Tetap Bertahan di Tengah Iran dan Israel Siaga Hadapi Eskalasi Baru
Risma Azzah FatinRabu, 10 Juni 2026 | 02.42 WIB
Seorang pemukim Israel berdiri di samping bagian rudal yang mencuat dari tanah, setelah serangan dari Iran (al-Jazeera)

JawaPos.com – Iran dan Israel menghentikan serangan rudal dan drone yang saling dilancarkan setelah eskalasi terbaru yang mengguncang kawasan Timur Tengah.

Dilansir dari laman al-Jazeera pada Selasa (9/6), Penghentian serangan tersebut menjadi perkembangan penting setelah kedua negara terlibat aksi militer balasan yang memicu kekhawatiran internasional.

Meski demikian, kedua pihak tetap mengeluarkan peringatan keras yang menunjukkan ancaman konflik masih belum sepenuhnya berakhir.

Pemerintah Iran menyatakan telah menghentikan operasi militernya, tetapi menegaskan bahwa serangan dapat kembali dilakukan jika terjadi tindakan yang dianggap sebagai agresi baru dari Israel. Teheran juga memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan akan mendapat respons yang lebih keras.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penghentian serangan saat ini masih berada dalam situasi yang rapuh.

Di pihak lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan operasi terhadap Iran dihentikan setelah Israel mencapai sasaran yang ditetapkan. Namun, ia menegaskan bahwa Israel tetap siap memberikan respons militer apabila kembali menjadi target serangan. Netanyahu juga menyatakan bahwa operasi terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon akan tetap berlanjut.

Upaya meredakan ketegangan disebut melibatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sejumlah laporan media menyebut Trump melakukan komunikasi langsung dengan Netanyahu untuk mendorong penghentian serangan lebih lanjut terhadap Iran.

Langkah diplomatik tersebut dinilai membantu mencegah meluasnya konflik menjadi perang regional yang lebih besar.

Meski serangan antara Iran dan Israel telah berhenti, aktivitas militer di kawasan belum sepenuhnya mereda. Israel dilaporkan tetap melakukan operasi di Lebanon selatan, sementara sejumlah proyektil dari wilayah Lebanon juga masih terdeteksi menuju Israel.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa potensi bentrokan berskala lebih luas masih menjadi ancaman nyata.

Perkembangan terbaru ini terjadi ketika berbagai upaya diplomatik sedang berlangsung untuk memperkuat gencatan senjata dan menurunkan ketegangan kawasan. Stabilitas Timur Tengah menjadi perhatian utama karena konflik tersebut berdampak langsung terhadap keamanan regional dan pasar energi global.

Walaupun serangan telah dihentikan untuk sementara, pernyataan keras dari kedua pihak memperlihatkan bahwa risiko kembalinya aksi militer masih tetap tinggi.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho