← Beranda
Dikawal Khusus oleh IRGC, 26 Kapal Asing Berhasil Melintasi Selat Hormuz
Rian AlfiantoJumat, 22 Mei 2026 | 22.39 WIB
Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026 (Screenshot/X/@IranIntl_En)

JawaPos.com - Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim bahwa sebanyak 26 kapal asing, termasuk tanker minyak, kapal kontainer, dan kapal dagang, berhasil melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir dengan koordinasi langsung bersama angkatan laut Iran.

Pernyataan itu disampaikan IRGC melalui media resminya, Sepah News, pada Rabu (22/5). Iran menegaskan seluruh kapal yang melintas mendapatkan pengamanan penuh dari pasukan laut Garda Revolusi.

“Lintasan kapal di perairan tersebut dilakukan melalui koordinasi dan memerlukan izin dari angkatan laut IRGC,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Baca Juga: Hidupnya Jarang Kekurangan, Inilah 9 Weton yang Sering Dikaitkan dengan Kekayaan dan Kesuksesan

Pernyataan Iran muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk setelah pecah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Selat Hormuz kini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam jalur perdagangan energi dunia.

Sementara itu, mengutip Xinhua, masih pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengonfirmasi bahwa sebuah tanker minyak milik negaranya berhasil melewati Selat Hormuz dengan aman.

Perlintasan itu menjadi yang pertama bagi kapal Korea Selatan sejak pecahnya konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Baca Juga: Rezekinya Sulit Putus! 10 Weton Ini Dipercaya Akan Mendapat Keberuntungan Finansial yang Sangat Besar

Keberhasilan tanker tersebut melintas dinilai penting karena Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak global. Gangguan kecil saja di kawasan itu dapat memicu lonjakan harga energi internasional dan mengganggu rantai pasok dunia.

Iran sendiri mulai memperketat pengawasan di Selat Hormuz sejak 28 Februari lalu. Teheran saat itu melarang kapal yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel untuk melintas dengan aman setelah serangan gabungan menghantam wilayah Iran.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga disebut menerapkan blokade laut di sekitar jalur tersebut. Langkah Washington membuat kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran kesulitan melakukan pelayaran normal.

Situasi itu memicu meningkatnya risiko bentrokan militer di kawasan perairan strategis tersebut.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz semakin meningkat setelah Washington meluncurkan operasi bertajuk Project Freedom awal bulan ini.

Operasi tersebut diklaim bertujuan mengawal kapal-kapal yang terjebak agar dapat keluar dari kawasan Selat Hormuz dengan aman.

Baca Juga: Hoki Besar! 9 Weton Ini Dipercaya Tidak Akan Pernah Hidup Kekurangan dan Semakin Kaya Raya di 2026

Namun, langkah itu justru memicu bentrokan sporadis antara pasukan Iran dan Amerika Serikat di sekitar jalur pelayaran internasional tersebut.

Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu choke point energi terpenting dunia karena menjadi jalur utama distribusi minyak dari negara-negara Teluk menuju pasar global. Ketidakstabilan di kawasan ini berpotensi memengaruhi ekonomi internasional, terutama sektor energi dan perdagangan maritim.

EDITOR: Bintang Pradewo