← Beranda
Kasus Hantavirus selama 2026 di Taiwan: 1 Warga Taipei Meninggal pada Januari,  Pasien Kedua Ditemukan dan Berhasil Ditangani pada Maret
AntaraSabtu, 9 Mei 2026 | 21.41 WIB
Ilustrasi hantavirus. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

 



JawaPos.com-Otoritas kesehatan Taiwan melaporkan satu kasus kematian akibat infeksi hantavirus yang terjadi di Taipei pada Januari 2026, sementara satu kasus baru kembali ditemukan pada Maret 2026 dan pasien dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan medis.

Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan atau Centers for Disease Control (CDC) menyebutkan korban meninggal merupakan pria lanjut usia berusia 70-an yang tinggal di Distrik Daan, Taipei. Pasien meninggal dunia pada 13 Januari 2026 akibat sepsis yang disertai gagal multiorgan dan pneumonia, delapan hari setelah mulai mengalami gejala.

Menurut laporan CDC, pria tersebut pertama kali mencari pengobatan pada 6 Januari karena mengalami gangguan pernapasan dan tekanan darah rendah. Dua hari kemudian, ia kembali ke rumah sakit dengan keluhan demam dan gangguan saluran pencernaan sebelum akhirnya dirawat di unit perawatan intensif.

Hasil pemeriksaan kemudian mengonfirmasi infeksi hantavirus setelah pasien meninggal dunia, seperti dikutip dari Taipei Times.

Selain kasus kematian tersebut, Taiwan juga melaporkan satu kasus baru hantavirus pada tahun ini. Pasien merupakan pria berusia 70-an asal New Taipei City yang memiliki riwayat penyakit kronis, termasuk diabetes.

CDC Taiwan menyebutkan di laman resminya, pasien tersebut mulai mengalami gejala pada pertengahan Maret 2026 berupa demam disertai menggigil, sakit tenggorokan, nyeri otot, penurunan frekuensi buang air kecil, diare, serta kehilangan nafsu makan.

Setelah menjalani pemeriksaan di instalasi gawat darurat rumah sakit, pasien dinyatakan positif hantavirus dan berhasil pulih setelah perawatan hingga akhirnya dipulangkan pada 30 Maret 2026.

Hingga kini, sumber penularan pada kasus terbaru tersebut masih dalam penyelidikan. Otoritas kesehatan Taiwan menyatakan tidak ditemukan riwayat kontak langsung pasien dengan tikus, serta tidak ada tikus yang tertangkap di sekitar tempat tinggalnya.

Data CDC menunjukkan total terdapat dua kasus hantavirus di Taiwan sepanjang 2026, sama seperti periode yang sama dalam empat tahun terakhir. Sejak 2017, Taiwan mencatat total 45 kasus hantavirus, dengan mayoritas pasien berusia di atas 40 tahun.

Kasus kematian di Taipei turut memicu perhatian publik. Media asal Tiongkok, China Central Television (CCTV), melaporkan otoritas Taipei kini memperkuat langkah sanitasi lingkungan dan menambah titik pemasangan umpan tikus untuk mencegah penyebaran virus.

Tenaga ahli pengendalian hewan pengerat juga dikerahkan guna membantu warga melakukan langkah pencegahan. 

Hantavirus sendiri merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus, kepada manusia. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi, termasuk melalui debu yang terkontaminasi.

Virus ini diketahui dapat menyebabkan dua kondisi serius, yakni demam berdarah dengan sindrom ginjal serta sindrom paru akibat hantavirus.

Sebagai langkah pencegahan, CDC Taiwan mengimbau masyarakat menerapkan prinsip “tiga tidak”, yaitu tidak memberi akses tikus masuk, tidak memberi tempat tinggal bagi tikus, dan tidak menyediakan sumber makanan bagi hewan pengerat tersebut.

Warga juga diminta rutin membersihkan lingkungan, terutama area rawan seperti saluran air, tumpukan barang, dan jalur utilitas yang berpotensi menjadi sarang tikus. Jika menemukan kotoran tikus, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan sarung tangan sebelum membersihkan area dengan cairan disinfektan berbahan pemutih yang telah diencerkan.

Kekhawatiran merebaknya wabah hantavirus itu kembali memantik perhatian global usai dilaporkan terjadi penyebaran virus tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Argentina menuju Cape Verde.

Baca Juga: Waspada Klaster Hantavirus di Kapal Pesiar, Malaysia Pastikan Belum Ada Kasus Terdeteksi

Baca Juga: Jadi Masalah Internasional, Eks Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Minta Jangan Remehkan Hantavirus

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tujuh orang dilaporkan terinfeksi dalam insiden tersebut dan tiga di antaranya meninggal dunia.

EDITOR: Dinarsa Kurniawan