← Beranda
Trump Sebut Serangan Iran ke Kapal Perang AS Hanya 'Sentuhan Cinta', Gencatan Senjata Diklaim Masih Berlaku
Rian AlfiantoJumat, 8 Mei 2026 | 17.40 WIB
Ilustrasi kapal perang AS. (BBC).

 

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut serangan Iran terhadap kapal perang AS di Selat Hormuz hanya sebagai 'love tap' atau sentuhan cinta, ungkapan yang berarti Trump mengejek Teheran bahwa serangan mereka tak ada artinya.

Meski ketegangan kembali memanas, Trump menegaskan gencatan senjata antara Washington dan Teheran masih berlaku.

Dilansir via ABC News, pernyataan itu muncul setelah Iran meluncurkan rudal, drone, dan kapal kecil ke arah tiga kapal perusak Angkatan Laut AS yang sedang melintas di Selat Hormuz pada Kamis (7/5) waktu setempat. Militer AS kemudian membalas dengan serangan yang disebut sebagai aksi 'pertahanan diri'.

“Itu hanya love tap,” kata Trump kepada ABC News saat ditanya soal serangan tersebut.

Baca Juga: Sambangi Gedung KPK, Mensos Gus Ipul Minta Nasihat dan Kritik soal Pencegahan Korupsi Sekolah Rakyat

Ketika ditanya apakah insiden itu menandai berakhirnya gencatan senjata yang telah berjalan selama sebulan, Trump menjawab singkat, “Tidak, gencatan senjata masih berjalan. Itu masih berlaku.”

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan balasan dilakukan setelah Iran menyerang kapal perang AS yang sedang bergerak menuju Teluk Oman melalui Selat Hormuz.

Menurut CENTCOM, tiga kapal perusak rudal berpemandu milik AS yakni USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason menjadi target serangan Iran.

“Iran meluncurkan beberapa rudal, drone, dan kapal kecil terhadap kapal perang AS,” tulis CENTCOM dalam pernyataannya.

Militer AS mengklaim seluruh serangan berhasil dicegat dan tidak ada aset Amerika yang terkena dampak.

Sebagai respons, pasukan AS menyerang sejumlah fasilitas militer Iran yang disebut menjadi pusat peluncuran rudal dan drone, termasuk lokasi komando serta fasilitas intelijen dan pengawasan.

Tak lama setelah insiden tersebut, Trump kembali melontarkan ancaman kepada Iran. Ia meminta Teheran segera menyepakati perjanjian baru untuk melanjutkan negosiasi penghentian perang.

Melalui media sosialnya, Trump memperingatkan bahwa AS siap melancarkan serangan yang lebih besar jika Iran menolak menandatangani kesepakatan.

Baca Juga: KPK Tindaklanjuti Laporan Dugaan Korupsi soal Dana Konsinyasi Proyek Tol Cisumdawu Rp 190 Miliar

“Seperti kami menghancurkan mereka lagi hari ini, kami akan menghantam mereka jauh lebih keras dan lebih brutal di masa depan jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan,” tulis Trump.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberikan versi berbeda terkait insiden tersebut.

Iran menyebut serangan dilakukan sebagai balasan atas aksi AS yang sebelumnya menyerang kapal tanker minyak Iran serta wilayah sipil di pesisir Iran.

IRGC juga mengklaim berhasil menghantam kapal perang Amerika dan menyebabkan “kerusakan besar”. Namun klaim itu dibantah oleh CENTCOM yang menyatakan tidak ada kapal maupun personel AS yang terkena serangan.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan