← Beranda
WHO Buka Suara soal Kematian di MV Hondius akibat Hantavirus, Begini Pernyataannya
Rian AlfiantoRabu, 6 Mei 2026 | 18.39 WIB
Ilustrasi kapal pesiar MV Hondius. (Fox News)

 

 

JawaPos.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan sejumlah negara buka suara terkait wabah hantavirus mematikan di kapal pesiar MV Hondius yang menewaskan tiga orang dan membuat sejumlah penumpang lainnya jatuh sakit.

WHO menegaskan risiko penyebaran virus ke masyarakat umum masih rendah, meski penyelidikan terkait kemungkinan penularan antarmanusia kini terus dilakukan.

Melansir New York Times, Kepala Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Dr. Maria Van Kerkhove, mengatakan virus tersebut berbeda dengan Covid-19 maupun influenza yang mudah menyebar lewat udara.

“Ini bukan virus yang menyebar seperti flu atau seperti Covid. Virus ini sangat berbeda,” kata Van Kerkhove dalam konferensi pers di Jenewa baru-baru ini.

Meski begitu, WHO mengakui terdapat indikasi penularan antarmanusia dalam kasus di kapal tersebut. Dugaan itu muncul karena beberapa pasien diketahui memiliki kontak sangat dekat satu sama lain.

“Kami mengetahui beberapa kasus memiliki kontak yang sangat dekat dan penularan dari manusia ke manusia belum bisa dikesampingkan,” ujarnya.

 

WHO Soroti Hantavirus Jenis Andes

WHO menduga wabah di MV Hondius berkaitan dengan hantavirus jenis Andes, salah satu varian langka yang diketahui dapat menular antarmanusia dalam kondisi tertentu dan kontak erat.

Virus hantavirus umumnya berasal dari hewan pengerat seperti tikus dan menular ke manusia melalui partikel urine atau kotoran tikus yang terhirup.

Penyakit akibat virus ini dapat menimbulkan gejala mirip flu, namun memiliki tingkat fatalitas tinggi dengan angka kematian mencapai hampir 40 persen kasus.

Saat ini WHO bersama ahli epidemiologi di Afrika Selatan dan Senegal masih melakukan investigasi untuk mengidentifikasi sumber penularan dan kemungkinan kasus tambahan.

 

Penumpang Diminta Tetap di Kabin

Di tengah meningkatnya perhatian internasional, otoritas kesehatan Cape Verde menegaskan wabah tersebut masih bersifat terbatas dan tidak membahayakan wilayah mereka.

“Ini adalah situasi terisolasi yang hanya terjadi di kapal dan tidak menimbulkan risiko bagi wilayah nasional,” kata Direktur Kesehatan Nasional Cape Verde, Angela Gomes.

Sebelumnya diberitakan, tim medis dari Cape Verde juga telah naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang dan kru.

WHO menyebut seluruh penumpang diminta tetap berada di kabin masing-masing guna mencegah potensi penyebaran lebih lanjut.

Sementara itu, pemerintah Spanyol belum memberikan izin final bagi MV Hondius untuk bersandar di Kepulauan Canary meski kapal tersebut direncanakan menuju wilayah itu.

Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan keputusan akhir baru akan dibuat setelah seluruh data epidemiologi dari kapal dianalisis.

“Pelabuhan yang paling tepat masih belum diputuskan,” tulis kementerian tersebut melalui media sosial.

MV Hondius sendiri sebelumnya berlayar dari Argentina pada awal April dengan sekitar 150 penumpang dan awak kapal. Selama pelayaran, kapal sempat singgah di sejumlah wilayah terpencil termasuk Antarktika dan beberapa pulau di Samudra Atlantik Selatan.

Baca Juga: Perjalanan Wisata Berubah Jadi "Film Horor", 3 Orang Meninggal saat Kapal Pesiar MV Hondius Diserang Hantavirus

Baca Juga: Kapal Pesiar Mewah yang Dikaitkan Sekutu Putin Lolos dari Selat Hormuz, AS Tak Berani Mengganggu

Hingga kini, tiga korban meninggal telah dilaporkan, terdiri dari pasangan asal Belanda dan seorang warga negara Jerman. WHO juga masih melacak kontak penumpang lain yang kemungkinan terpapar virus selama perjalanan. (*)

 

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan