← Beranda
Perjalanan Wisata Berubah Jadi "Film Horor", 3 Orang Meninggal saat Kapal Pesiar MV Hondius Diserang Hantavirus
Rian AlfiantoRabu, 6 Mei 2026 | 18.33 WIB
Ilustrasi kapal pesiar MV Hondius. (Fox News)

 

 

 

Ilustrasi kapal pesiar MV Hondius. (Fox News).

 

JawaPos.com-Siapa yang bisa membayangkan kalau perjalanan dengan kapal pesiar mewah yang harusnya menyenangkan berubah jadi situasi mencekam? Jelas tidak ingin situasi tersebut terjadi.

Tapi siapa menduga, perjalanan kapal pesiar mewah benar-benar berubah jadi situasi bak film horor dan arena kematian saat virus menyerang. Kejadian tersebut baru saja terjadi di kapal pesiar MV Hondius.

Wabah hantavirus yang menyerang kapal pesiar MV Hondius dalam sekejap memicu kekhawatiran internasional setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah penumpang lainnya jatuh sakit bahkan hingga mendapat respons dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dilaporkan kalau kapal tersebut direncanakan menuju Kepulauan Canary, wilayah Spanyol. Melansir New York Times, dua korban meninggal diketahui merupakan pasangan asal Belanda yang sebelumnya melakukan perjalanan di Amerika Selatan sebelum naik ke kapal MV Hondius.

Keduanya menempati kabin yang sama selama pelayaran. Korban pertama, pria berusia 70 tahun, meninggal di atas kapal pada 11 April. Istrinya yang berusia 69 tahun kemudian jatuh sakit dan meninggal dunia di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 26 April saat dalam perjalanan pulang ke Belanda.

WHO kini menelusuri penumpang lain yang sempat berada dalam penerbangan dari Pulau St. Helena menuju Johannesburg bersama korban. Korban ketiga merupakan warga negara Jerman yang meninggal di kapal pada akhir pekan lalu.

Operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyatakan pihaknya tengah mengevakuasi seorang individu yang memiliki hubungan dekat dengan korban, serta dua penumpang lain yang membutuhkan perawatan darurat.

Perusahaan tersebut mengatakan para pasien akan dibawa ke Belanda sebelum kapal melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary yang diperkirakan memakan waktu tiga hari.

WHO menyatakan tim medis dari Cape Verde telah naik ke kapal dan merekomendasikan seluruh penumpang tetap berada di kabin masing-masing guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Spanyol menegaskan belum menentukan pelabuhan tujuan kapal tersebut. Keputusan akan diambil berdasarkan data epidemiologi yang dikumpulkan selama kapal berada di Cape Verde.

“Pelabuhan yang paling tepat masih belum diputuskan,” tulis kementerian tersebut melalui media sosial.

Otoritas kesehatan Cape Verde juga mencoba menenangkan situasi dengan menegaskan wabah itu masih terbatas di dalam kapal.

“Ini adalah situasi terisolasi yang hanya terjadi di kapal dan tidak menimbulkan risiko bagi wilayah nasional,” kata Direktur Kesehatan Nasional Cape Verde, Angela Gomes.

 

Diduga Terkait Hantavirus Jenis Andes

WHO menduga wabah di MV Hondius berkaitan dengan hantavirus jenis Andes, salah satu varian yang diketahui dapat menular antarmanusia dalam kontak sangat dekat.

Saat ini para ahli epidemiologi di Afrika Selatan dan Senegal masih bekerja mengidentifikasi kasus lain yang kemungkinan terkait.

Seorang warga Inggris yang sebelumnya dirawat di Johannesburg setelah jatuh sakit di kapal dilaporkan mulai membaik.

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang dibawa hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini umumnya menular ke manusia melalui partikel dari urine atau kotoran tikus yang terhirup.

Penyakit akibat hantavirus dapat menimbulkan gejala mirip flu, namun memiliki tingkat kematian tinggi, yakni hampir empat dari 10 kasus.

Kini, petugas kesehatan masih berupaya mencari sumber pasti wabah tersebut. Masa inkubasi hantavirus yang dapat mencapai delapan minggu membuat investigasi menjadi lebih rumit.

MV Hondius diketahui berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April dan sempat singgah di sejumlah wilayah terpencil seperti Antarktika, South Georgia, Tristan da Cunha, St. Helena hingga Ascension Island.

Baca Juga: Kapal Pesiar Mewah yang Dikaitkan Sekutu Putin Lolos dari Selat Hormuz, AS Tak Berani Mengganggu

Baca Juga: Aktivis Inggris Cap Kapal Pesiar Larry Ellison di Riviera Prancis sebagai Alat Propaganda Politik Donald Trump

WHO menyebut belum diketahui sejauh mana kontak para penumpang dengan satwa liar selama perjalanan berlangsung maupun sebelum keberangkatan dari Argentina. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan