← Beranda
Donald Trump Unggah Foto AI Bersenjata Sambil Ancam Iran: “No More Mr. Nice Guy!”
Rian AlfiantoKamis, 30 April 2026 | 15.20 WIB
Donald Trump unggah foto AI menggenggam senjata sembari mengancam Iran. (Truth Social/Donald Trump)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengunggah pernyataan keras yang ditujukan kepada Iran melalui platform Truth Social pada Rabu (29/4) dini hari waktu setempat.

Dalam unggahan tersebut, Trump menulis:
"Iran tidak bisa bertindak bersama. Mereka tidak tahu bagaimana menandatangani kesepakatan non-nuklir. Mereka lebih baik segera menjadi pintar!"

Unggahan itu disertai gambar buatan kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya memegang senjata dengan latar ledakan. Pada gambar tersebut juga tertulis kalimat tegas: “NO MORE MR. NICE GUY!”

Pernyataan ini muncul di tengah situasi yang masih memanas di kawasan Timur Tengah, terutama terkait blokade di Selat Hormuz dan ketidakpastian kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Upaya melanjutkan pembicaraan dalam beberapa hari terakhir dilaporkan mengalami hambatan. Delegasi Amerika Serikat sebelumnya dijadwalkan bertolak ke Islamabad untuk melanjutkan negosiasi, namun perjalanan tersebut dibatalkan.

“Kami memegang semua kartu,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News, seraya menambahkan bahwa jika Iran ingin berdialog, mereka harus mengambil inisiatif.

Sebelumnya, upaya negosiasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance juga berakhir tanpa kesepakatan.

Di sisi lain, Teheran mengajukan proposal untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan syarat Amerika Serikat menghentikan blokade terhadap pelabuhan Iran serta konflik yang berlangsung diakhiri. 

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi adanya usulan tersebut. Namun, laporan dari Reuters menyebutkan bahwa Trump tidak puas dengan proposal itu dan Gedung Putih diperkirakan akan menyiapkan tawaran balasan.

Ketegangan ini turut berdampak pada pasar energi global. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,82 persen menjadi USD 102,75 per barel, sementara Brent melonjak tiga persen ke level USD 114,62.

Kenaikan harga minyak juga dipengaruhi oleh keputusan Uni Emirat Arab yang akan keluar dari OPEC mulai 1 Mei, yang berpotensi memengaruhi pasokan global.

EDITOR: Estu Suryowati