JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, kembali melontarkan tudingan kepada Iran terkait mandeknya perundingan untuk mengakhiri konflik yang melibatkan AS dan Israel dengan negara tersebut.
Pernyataan terbaru ini mempertegas ketegangan yang masih tinggi di tengah upaya diplomasi yang belum membuahkan hasil.
Donald Trump menyampaikan melalui media sosial bahwa Iran berada dalam kondisi tertekan. Ia menyebut, "Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka dalam 'keadaan runtuh'" dan ingin Selat Hormuz segera dibuka kembali "sesegera mungkin," ungkapnya.
Pernyataan itu muncul tak lama setelah Iran mengajukan proposal baru kepada Washington sebagai upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung sekitar dua bulan.
Di sisi lain, Gedung Putih mengonfirmasi bahwkonfirmasi ersebut telah masuk dalam radar pemerintah AS. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut Trump bersama tim keamanan nasional telah meninjau proposal tersebut, namun belum ada sinyal penerimaan.
"Batasan Presiden (Trump) terkait Iran telah dibuat sangat jelas, tak hanya kepada publik Amerika tetapi juga kepada kepemimpinan Iran. Saya tak akan mengatakan mereka sedang mempertimbangkannya," ujar Leavitt.
Sebelumnya, menurut laporan yang beredar, proposal Iran mencakup beberapa poin penting, termasuk permintaan agar Selat Hormuz dibuka kembali dan penghentian perang, sementara pembahasan terkait program nuklir ditunda untuk sementara waktu.
Namun, Washington tampak tetap bersikeras pada tuntutan utamanya, yakni penghentian program pengayaan uranium Iran, isu yang selama ini menjadi titik krusial dalam negosiasi kedua negara.
Tak hanya itu, Iran juga disebut mengajukan syarat tambahan berupa pencabutan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka sebelum membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut.
Langkah ini menjadi ganjalan baru, mengingat militer AS sebelumnya melaporkan bahwa blokade tersebut telah berdampak pada setidaknya 39 kapal komersial yang teralihkan.
Kebuntuan ini memperpanjang daftar kegagalan diplomasi antara kedua negara. Sebelumnya, perundingan tingkat tinggi yang dimediasi Pakistan pada pertengahan April berakhir tanpa kesepakatan konkret.
Meski demikian, laporan dari CNN menyebut para mediator masih berharap ada terobosan baru. Iran diperkirakan akan kembali mengajukan proposal lanjutan dalam beberapa hari ke depan sebagai upaya memecah kebuntuan.
Situasi ini menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang dan penuh ketidakpastian, dengan masing-masing pihak tetap bertahan pada posisi strategisnya.