← Beranda
Kembali Singgung Selat Hormuz, Trump Sebut Iran Tak Sungguh-Sungguh Ingin Menutup Jalur Minyak Dunia
Nanda PrayogaRabu, 22 April 2026 | 19.16 WIB
FAO mengeluarkan peringatan, gangguan pada pelayaran di Selat Hormuz berpotensi memicu krisis pangan dunia. (Freepik)

JawaPos.com - Selat Hormuz masih menjadi persoalan bagi Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran ingin tetap menutup Selat Hormuz hanya untuk menyelamatkan muka.

"Iran tidak ingin Selat Hormuz ditutup, mereka ingin membukanya agar mereka bisa menghasilkan 500 juta dolar per hari (yang, oleh karena itu, adalah kerugian mereka jika ditutup!),” kata Trump di platform media sosialnya, Truth Social seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (22/4).

“Mereka hanya mengatakan ingin menutupnya karena saya telah memblokadenya sepenuhnya (menutupnya!), jadi mereka hanya ingin 'menyelamatkan muka'," imbuhnya.

Baca Juga: Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dapat Santunan Rp 450 Juta, Pendidikan Ahli Waris Juga Dijamin

Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa Washington akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk memberi waktu bagi Teheran untuk mempersiapkan proposal terpadu, setelah permintaan dari pejabat Pakistan.

Trump mengatakan AS diminta oleh kepala militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif untuk menunda aksi militer baru terhadap Iran sampai para pemimpin mereka dapat mengemukakan proposal terpadu.

Pakistan sendiri menjadi tuan rumah pembicaraan antara AS dan Iran pada tanggal 11-12 April setelah menengahi gencatan senjata selama dua minggu pada tanggal 8 April, yang seharusnya berakhir Rabu malam waktu Washington.

Upaya untuk putaran negosiasi berikutnya sedang berlangsung, meskipun ketidakpastian masih tetap ada.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah